Film IBUKU Raih Penghargaan Juri Khusus di Busan 2026
TINJAU, Jakarta – Film Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Sutradara Eddie Cahyono meraih penghargaan juri khusus (Special Jury Award) di Festival Film Internasional Busan ke-31 tahun 2026 di Korea Selatan melalui film terbarunya, IBUKU (My Mother).
Mengutip laporan The Hollywood Reporter (THR), film yang dibintangi aktris senior Christine Hakim tersebut mengangkat kisah seorang janda yang terjerat persoalan utang judi peninggalan mendiang suaminya. Demi menghadapi tekanan ekonomi, ia terpaksa mengatur pernikahan putri semata wayangnya, yang kemudian memicu konflik emosional dalam hubungan ibu dan anak.
Kisah keluarga yang sarat penderitaan itu membawa IBUKU bersaing dalam kompetisi utama (Main Competition) festival film bergengsi tersebut.
Film ini juga menjadi salah satu karya Indonesia yang berpeluang menembus persaingan menuju Academy Awards ke-99 atau Oscar 2027, bersama Laut Bercerita (The Sea Speaks His Name) garapan Yosep Anggi Noen.
Peluang Menuju Oscar 2027
Perhatian terhadap kompetisi utama Busan tahun ini juga tertuju pada aturan baru Academy Awards. Berdasarkan aturan tersebut, film yang memenangkan penghargaan film terbaik di sejumlah festival yang memenuhi kriteria Academy dapat diajukan untuk dipertimbangkan dalam kategori Film Fitur Internasional Terbaik (Best International Feature Film), tanpa harus melalui proses seleksi komite Oscar nasional seperti jalur pengajuan pada umumnya.
Selain Busan, festival yang disebut masuk dalam daftar tersebut meliputi Cannes, Venice, Berlin, Sundance, dan Toronto.
Sejumlah film yang turut memenuhi syarat berdasarkan aturan baru itu antara lain Shame and Money dan To Hold a Mountain dari Sundance, Yellow Letters dari Berlin, Fjord dan Woman Unknown dari Cannes, serta Angh dari Toronto.
Meski demikian, kelayakan untuk diajukan tidak serta-merta menjamin film tersebut akan masuk nominasi Oscar. Film tetap harus mengikuti ketentuan dan proses seleksi yang berlaku.
Film Iran Raih Penghargaan Tertinggi
Sementara itu, penghargaan film terbaik dalam kompetisi utama Festival Film Internasional Busan 2026 diraih Midday Meal, karya sutradara Iran Majid Majidi.
Menurut laporan THR, keputusan tersebut ditetapkan secara bulat oleh tujuh anggota juri. Mereka terdiri atas sutradara China Zhang Yimou dan Bi Gan, aktris Korea Moon Choi, sutradara Jepang Kei Ishikawa, sutradara Korea July Jung, produser Vietnam Tran Thi Bich Ngoc, serta aktris Kazakhstan Samal Yeslyamova.
Midday Meal berkisah tentang Davoud Soulan, yang diperankan Mohammad Rahimi, seorang guru kontrak di desa terpencil di Iran tenggara. Demi memastikan murid-muridnya mendapat makan siang, ia mengambil langkah-langkah nekat, termasuk menyelundupkan bahan bakar melintasi perbatasan yang berbahaya.
Di kategori lain, sutradara Taiwan Lee Yun Chan meraih penghargaan sutradara terbaik melalui film To Be Ordinary. Film tersebut menggambarkan sebuah keluarga dengan hubungan yang tegang, yang kemudian diuji oleh kecelakaan besar.
Penghargaan aktor terbaik diberikan kepada Zhou Xun dari China melalui The First Taste of Loneliness dan pendatang baru Jepang Kashun Himeno lewat Satoko Always. Sementara itu, Li Danfeng meraih penghargaan kontribusi artistik atas karyanya sebagai penata suara dalam The First Taste of Loneliness.
Penghargaan yang diraih IBUKU menambah catatan perjalanan film Indonesia di festival internasional. Di tengah persaingan dengan karya-karya dari berbagai negara, film Eddie Cahyono membawa kisah keluarga Indonesia ke hadapan penonton dan insan perfilman dunia.









