TinjauAds
BeritaHeadline

Naik Perahu dari Botol Plastik Bekas Gratis di Festival CuLung 2026, Ini Jadwalnya

Dibaca dalam waktu3 Menit, 17 Detik

TINJAU, Jakarta – Botol plastik bekas tak selalu berakhir menjadi sampah. Di Waduk Sunter Selatan, Jakarta Utara, kemasan plastik yang selama ini kerap mencemari lingkungan disulap menjadi perahu yang dapat dinaiki masyarakat secara gratis dalam Festival Perahu Cinta Lingkungan (CiLung) 2026, Minggu (18/10/2026).

Masyarakat dapat menikmati pengalaman menaiki perahu tersebut melalui dermaga umum yang dibuka pukul 10.00–12.00 WIB, setelah parade perahu berlangsung.

Kegiatan ini menjadi salah satu cara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajak masyarakat mengenal pengelolaan sampah melalui aktivitas yang edukatif sekaligus menghibur.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan Festival CiLung menjadi sarana untuk menyampaikan pesan kepedulian lingkungan melalui pengalaman yang menyenangkan.

Dia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong masyarakat mengurangi sampah, memilahnya sejak dari sumber, serta memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Kami berharap Festival CiLung ini dapat menumbuhkan kepedulian masyarakat untuk mengurangi sampah, menjaga kebersihan sungai dan danau dengan tidak membuang sampah sembarangan,” kata Dudi dalam keterangan resminya, Jumat (16/10/2026).

Kepala Unit Penanganan Sampah (UPS) Badan Air DLH DKI Jakarta, Dadang Cahya Rusdiana, menjelaskan Festival CiLung 2026 akan dimulai sejak pagi hari dengan senam bersama dan pertunjukan seni budaya pada pukul 06.00–07.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan pembukaan serta kampanye pemilahan sampah pada pukul 07.00–07.45 WIB.

Rangkaian berikutnya meliputi penebaran bibit ikan dan penuangan eco-enzyme pada pukul 07.45–08.05 WIB, disusul atraksi jet ski sebagai pembuka parade.

Parade Perahu CiLung dijadwalkan berlangsung pukul 08.15–10.00 WIB. Setelah itu, masyarakat dapat menaiki perahu secara gratis hingga pukul 12.00 WIB.

Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, setiap pengunjung yang menaiki perahu diwajibkan menggunakan pelampung dan mengikuti arahan petugas. Petugas penjaga keselamatan atau lifeguard akan ditempatkan di sekitar lokasi, sementara tim penyelamat dengan perahu karet disiagakan untuk mengantisipasi keadaan darurat.

Pengamanan melibatkan petugas terlatih dari UPS Badan Air DLH DKI Jakarta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta. Dukungan ambulans dan tenaga medis dari Dinas Kesehatan juga disiapkan selama kegiatan berlangsung.

Selain menyaksikan parade dan menaiki perahu, pengunjung dapat mengikuti edukasi pemilahan sampah serta melihat pameran foto Festival CiLung dari tahun sebelumnya. Yayasan Sedulur Bunda Milenial turut berpartisipasi dalam kegiatan penebaran bibit ikan dan penuangan eco-enzyme.

Sampah Kali Jakarta Capai 230 Ton per Hari

Di balik kemeriahan festival, persoalan sampah di badan air Jakarta masih menjadi pekerjaan rumah. Dadang mengatakan petugas UPS Badan Air DLH DKI Jakarta setiap hari menangani sampah yang ditemukan di kali-kali, tetapi kebiasaan membuang sampah ke badan air masih terjadi.

“Kita meminta kepada masyarakat untuk tidak lagi membuang sampah ke badan air. Teman-teman di UPS Badan Air, setiap hari kita melakukan penanganan sampah, terus setiap hari. Tetap aja masih ada warga yang memang buang sampah ke badan air,” ujar Dadang.

Menurut dia, Festival CiLung  2026 juga ingin menunjukkan bahwa sampah anorganik, seperti botol dan galon bekas air mineral, masih dapat dimanfaatkan kembali melalui pengolahan yang tepat. Dengan begitu, barang bekas tidak harus berakhir mencemari sungai maupun saluran air.

“Jadi, pesannya dengan Festival Perahu CiLung, bahwa sampah dari limbah kemasan air mineral, sampah anorganik ini dapat digunakan kembali, dapat dimanfaatkan kembali,” kata Dadang.

Ia mengungkapkan, sampah yang dikumpulkan dari kali-kali di Jakarta mencapai sekitar 230 ton setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 30 persen diolah melalui prinsip 3R, yakni reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang).

Sampah yang masih dapat dimanfaatkan akan dibersihkan, kemudian disalurkan ke bank sampah untuk dijual atau diolah kembali. Sementara itu, residu yang tersisa dibawa ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

“Jadi mereka ambil, mereka bersihkan, mereka kirim ke bank sampah dan mereka akan jual sampah-sampah. Residunya baru kita bawa ke Bantar Gebang,” ujar Dadang.

Melalui Festival CiLung 2026, masyarakat tidak hanya diajak menikmati pengalaman baru di Waduk Sunter Selatan, tetapi juga diingatkan bahwa upaya menjaga kebersihan badan air dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: mengurangi sampah, memilahnya dengan benar, dan tidak membuangnya ke sungai maupun kali.

Back to top button