TinjauAds
Tinjau

Umat Hindu Bali Bersiap Laksanakan Nyepi

Dibaca dalam waktu2 Menit, 37 Detik

Hari raya Nyepi merupakan perayaan pergantian Tahun Baru Saka oleh umat Hindu. Mereka berdiam diri di rumah, tanpa melakukan aktivitas apa pun.

Badung, tinjau.id – Nyepi bermakna sepi atau sunyi. Bertujuan menyucikan alam mikrokosmos atau dalam istilah Hindu menyebutnya bhuana alit. Serta penyucian makrokosmos atau bhuana agung.

Pelaksanaannya setahun sekali, yaitu sehari setelah Tilem Kesanga atau pada hari pertama menurut penanggalan kalender Bali.

Tahun ini perayaan Nyepi jatuh pada Rabu, 22 Maret 2023.

Kegiatan Nyepi atau berdiam diri berlangsung mulai pukul 00.00 hari Rabu (22/3/23) hingga pukul 00.00 hari Kamis (23/3/23).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Rangkaian Perayaan Nyepi

Dalam perayaan Nyepi, masyarakat Hindu selama 24 jam tidak melakukan aktivitas apa pun. Namun demikian, sebelum dan sesudah Nyepi ada sejumlah upacara yang mereka lakukan.

1.Upacara Melasti

Upacara melasti (melis) pelaksanaannya beberapa hari menjelang Nyepi. Kegiatan ini bermakna menghanyutkan kotoran alam menggunakan air kehidupan.

Berbagai benda-benda sakral dan sarana persembahyangan yang ada di pura mereka bawa ke laut untuk mensucikannya.

2. Mecaru atau Tawur

Mecaru atau Tawur pelaksanaanya pada hari Tilem Sasih Kesanga (bulan mati ke 9) yaitu sehari sebelum Nyepi.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Ini adalah kegiatan membuat sesajen untuk Bhuta Kala (hal-hal negatif) agar nantinya tidak mengganggu kehidupan manusia.

3. Pengerupukan

Upacara Pengerupukan sesaat setelah mecaru. Yaitu dengan membuat obor di lingkungan rumah, menaburi pekarangan dengan mesiu. Dan membunyikan atau memukul benda-benda seperti kentongan untuk menghasilkan suara ramai dan gaduh.

Ini bertujuan untuk mengusir Bhuta Kala dari rumah dan lingkungan sekitar.

Selanjutnya, melaksanakan arakan ogoh-ogoh yang keliling desa kemudian membakarnya sebagai perwujudan dari melenyapkan Bhuta Kala atau sifat-sifat jahat dari kehidupan manusia.

4. Nyepi

Barulah pada keesokan harinya upacara Nyepi dengan berdiam diri di rumah.

Pada momen ini umat Hindu tidak boleh menyalakan api (amati geni) , tidak melakukan kegiatan fisik (amati karya). Tidak bepergian (amati kelingan) , dan tidak bersenang-senang atau hiburan (amati lelanguan).

Peringatan Nyepi bermakna dalam kesenyapan. Manusia harus mawas diri, menyatukan pikiran, cipta, rasa dan karsa untuk menemukan hakikat keberadaan diri dan inti sari kehidupan manusia.

Dengan demikian siap untuk menghadapi tahun baru dengan semangat dan kondisi baru.

5. Ngembak Geni

Rangkaian terakhir dari acara perayaan tahun baru Saka adalah Ngembak Geni. Yakni sehari setelah Nyepi.

Pada tahapan ini dilakukan dengan mengadakan kunjungan antarkeluarga maupun tetangga dan teman. Tujuannya untuk mempererat tali persaudaraan dan saling memaafkan satu sama lain.

Persiapan Nyepi

Nyoman Suyanta, salah satu warga Banjar Sayan, Mengwi, Badung mengatakan dirinya dan keluarga sudah bersiap menyambut Nyepi. Sabtu (18/3/23) pekan ini.

Dia  bersama masyarakat Hindu di Banjar atau desanya, akan melakukan upacara melasti ke pantai Seseh.

“Ada barong dan sarana yadnya atau upacara lain pembersihan  ke laut secara simbolis, ” katanya di sela kesibukan menyiapkan upacara.

Pelaksanaan upacara Melasti, kata Nyoman,  berbeda-beda di setiap daerah. Supaya iring-iringan umat yang menuju pantai tidak menimbulkan kemacetan.

Sementara pada puncak Nyepi nanti, ia bersama keluarga di pagi hari akan mebanten atau menghaturkan sesajen dan sembahyang di pura di area rumahnya.

“Lalu kami akan melakukan tapa brata, salah satunya dengan tidak berisik atau berbicara, berdiam di rumah,” pungkasnya.

 

 

 

Back to top button