TinjauAds
Tinjau

Umar Patek Insyaf, Janji Bantu Sadarkan Napi Terorisme

Dibaca dalam waktu1 Menit, 42 Detik

Umar Patek, salah satu pelaku Bom Bali I telah bebas bersyarat pada 7 Desember 2022 lalu.  Dia mengaku menyesal dan meminta maaf.

Jakarta, tinjau.id – Masih ingat peristiwa Tragedi  Bom Bali I yang menewaskan 202 orang tahun 2002?

Sulit melupakan kejadian aksi terorisme yang menimbulkan jatuhnya korban lebih dari 200 orang itu.

Saat ini, ramai perbincangan di masyakarat, baik di Indonesia dan berbagai negara. Karena bebasnya salah satu aktor peledakan Bom Bali I Hisyam Bin Alizein alias Umar Patek.

Banyak yang khawatir pelaku bom Bali I ini, akan mengulang peristiwa peledakan lagi, karena kadung telah ada cap sebagai teroris yang berbahaya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Umar Patek telah  bebas bersyarat pada Desember 2022 lalu. Dia mengaku menyesal dan meminta maaf atas tragedi Bom Bali I.

Umar Patek juga mengaku telah insyaf dan akan membantu pemerintah untuk menyadarkan napi teroris. Atau yang memiliki pemahaman teror, agar jangan sampai terjebak atau terpapar dengan virus terorisme ini.

“Saya mulai insyaf ketika keluarga merangkulnya. Sekalipun keluarga menentang pemikiran dan jalan hidupnya, mereka tetap merangkul. Tetap menjadikan sebagai keluarga, sebesar apa pun kesalahannya. Selain pendekatan dari keluarga, juga ada pendekatan dari anggota Densus kepadanya pribadi dan keluarga. Jadi saling melengkapi,” kata Umar Patek.

Umar Patek pun merasa bersalah dan berdosa, ketika saat itu mengetahui jumlah korban bom Bali banyak yang meninggal dan luka-luka.

Merasa Bersalah dan Berdosa

“Saya merasa bersalah dan berdosa. Selalu menggelayut dalam pikirannya perasaan dosa. Apa yang mau diriya jawab di akhirat kelak. Dan saya tahu, perbuatan itu berdosa dan haram untuk melaksanakannya,” tambah Umar Patek.

Dia telah bersumpah dan memberi pesan kepada masyarakat atau negara luar yang masih ragu akan penyesalan perbuatannya.

Umar ingin menebus semua kesalahan. Kesalahan kepada keluarga dan negara. Dia ingin hidup kembali dan berkumpul bersama keluarga besar.

“Saya ingin membantu negara dalam urusan khususnya penanganan terorisme atau menangkal dan menyadarkan beberapa napi teroris yang masih memiliki pemahaman teror di pikirannya,” kata Umar Patek.

“Saya ingin hidup normal bersama masyarakat. Jiwa raga,, darah dan nyawa saya serahkan kepada negara dan bangsa. Untuk membela Tanah Air Indonesia,” sambungnya  dalam wawancara sebuah stasiun TV.

Back to top button