TinjauAds
Regula

KPK Geledah Ruang Kerja Khofifah Dan Emil Dardak

Dibaca dalam waktu1 Menit, 32 Detik

Penulis: Fredericus Hardiyanto

Editor: Claudia Stella Hanu

Surabaya – Apa hubungan giat KPK hari-hari ini di Jawa Timur (Jatim) dengan ruang kerja Khofifah dan Emil Dardak, Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang digeledah KPK?

Jadi, selain mengeledah ruang Sekda Jatim, sejumlah penyidik KPK yang menggunakan rompi cokelat bertuliskan KPK di bagian belakangnya, juga mengeledah ruang kerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elistianto Dardak di Jalan Pahlawan, Surabaya, Rabu (21/12/22).

Penyidik KPK sekitar pukul 17.00 WI , tampak memasuki ruangan kerja Gubernur Jatim, dan 30 menit kemudian keluar dan kembali menuju ruangan Sekda Jatim.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Ga ngapa-ngapain kok, sudah ya….mau sholat dulu,“ ujar salah satu penyidik KPK.

Tinjauan Terkait: Hasil OTT DPRD Jatim: Menghasilkan 4 Koper

Tak lama kemudian, penyidik KPK kembali keluar dari ruangan Sekda dan langsung menuju ke ruang kerja Wakil Gubernur sekitar pukul 17.45 WIB. Tidak diketahui pasti untuk apa para penyidik KPK memasuki ruang kerja Khofifah dan Emil Dardak.

Sebelumnya, petugas KPK juga memeriksa dan menggeledah ruangan di lantai 2 Gedung DPRD Jatim, pada Senin (19/12/22) dan membawa 4 buah koper yang diduga berisi barang bukti. Selain itu, KPK juga telah menyegel ruang Kasubag Rapat dan Risalah Sekwan Provinsi Jatim dan ruang Wakil Ketua DPRD jatim sejak Rabu (14/12/22) lalu.

Diduga penggeledahan selama 3 hari oleh penyidik KPK tersebut berkaitan dengan OTT Wakil Ketua DPRD Jatim, Sahat Tua Simanjuntak dan 3 orang lainnya.

Penyidikan tersebut terkait dugaan suap pengelolaan dana hibah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jatim, mengamankan barang bukti, salah satunya berupa uang tunai senilai Rp 1 miliar.

Tersangka lainnya adalah Staf Ahli Sahat di DPRD Jatim, Kepala Desa Jelgung Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, sekaligus koordinator kelompok masyarakat (pokmas), Abdul Hamid, dan juga Koordinator Lapangan Pokmas, Ilham Wahyudi alias Eeng,” kata Wakil Ketua KPK Johanis Tanak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button