Prabowo Bentuk Tim Tim Asistensi Pra Pemerintahan

TINJAU.ID – Presiden Terpilih Prabowo Subianto membantah kabar pembantukan tim transisi jelang periode pemerintahannya Oktober mendatang. Penegasan itu disampaikan Prabowo usai menemui Presiden Jokowi dalam jamuan makan siang di Istana, Kamis (6/6/2024).
“Yang ada Tim Asistensi, dan juga kita bentuk Tim Sinkronisasi,” ujar Prabowo di Istana Kepresidenan, Kamis (6/6/2024).
Kabar tersebut sebelumnya mencuat usai Tim Gugus Tugas Sinkronisasi untuk pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bertemu dengan Menteri Keuangan (Menku) Sri Mulyani, beberapa waktu lalu. Pertemuan membahas sinkronisasi pemerintahan saat ini dengan program yang dijanjikan Prabowo.
Sri Mulyani mengatakan pertemuan tersebut merupakan salah satu langkah komunikasi untuk sinkronisasi program pemerintahan baru dengan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025.
“Jadi di dalam proses penyusunan RAPBN 2025 tentu diperlukan komunikasi koordinasi dan sinkronisasi agar di dalam APBN 2025 bisa menampung berbagai aspirasi program-program baru,” kata Sri Mulyani di kantornya, Jumat (31/5/2024).
Sri Mulyani mengakui bahwa proses penyusunan APBN begitu intens sehingga langkah komunikasi untuk melakukan sinkronisasi program pemerintahan baru penting untuk dilakukan.
“Kami sangat berterima kasih menjadi institusi pertama yang dikunjungi gugus tugas sinkronisasi sebab urgensi dari siklus anggaran jadi prioritas yang sangat penting,” kata Sri Mulyani.
Da menyebut bahwa dirinya sebagai Menteri Keuangan telah diminta oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melakukan koordinasi dengan pemerintahan baru, yakni Presiden Terpilih Prabowo Subianto.
“Ini sudah diketahui bahwa presiden Jokowi bahwa akan ada pertemuan baik dan bisa terus diintensifkan koordinasi dan komunikasi,” tutur Bendahara Negara.







