Kinerja BPR, Bagus Tapi Ada saja yang Bangkrut

TINJAU.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini merilis Laporan Surveillance Perbankan Indonesia (LSPI) Triwulan IV-2023. Laporan ini memberikan analisis menyeluruh mengenai berbagai aspek kredit perbankan konvensional.
Pada periode tersebut, kredit perbankan telah menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Pertumbuhan kredit bank umum mencapai 10,38 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya (year on year/yoy).
Kinerja positif juga terlihat dari sektor Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), yang mencatatkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) yang signifikan.
“Rasio permodalan juga cukup kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) BPR dan BPRS masing-masing sebesar 29,98 persen dan 23,21 persen,” tulis OJK dalam laporannya.
Namun, capaian positif tersebut tidak berlanjut pada Triwulan I-2024, dimana tujuh BPR mengalami kesulitan finansial dan terpaksa menghentikan operasinya.
OJK mencabut izin usaha dari tujuh BPR tersebut, dengan beberapa di antaranya telah bangkrut. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memproyeksikan bahwa total 20 BPR mungkin akan mengalami likuidasi pada tahun ini.
Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dewan Komisioner LPS, mengungkapkan bahwa pencabutan izin usaha BPR tersebut mengakibatkan LPS harus mengeluarkan dana sekitar Rp170 miliar untuk membayar klaim simpanan nasabah.
Meskipun jumlah pencabutan izin usaha BPR tahun ini lebih tinggi dari tahun sebelumnya, DPD Perbarindo DKI Jaya menegaskan bahwa penutupan BPR di awal tahun tidak perlu menjadi kekhawatiran besar bagi masyarakat. Mereka menegaskan bahwa simpanan nasabah akan terlindungi sepenuhnya melalui keanggotaan BPR dalam LPS.
Henry Palthy, Ketua DPD Perbarindo DKI Jaya, juga menyoroti perlunya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap layanan yang ditawarkan oleh BPR. DPD Perbarindo DKI Jaya terus berupaya meningkatkan literasi dan edukasi masyarakat tentang produk dan layanan BPR melalui berbagai program yang mereka adakan.








