TinjauAds
Bisnis

On-Demand GoTo Tumbuh Stabil Sebesar Rp13,9 Triliun

Dibaca dalam waktu1 Menit, 48 Detik

TINJAU.ID – Kinerja lini bisnis layanan on-demand services PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kondisi yang stabil atau tumbuh sebesar Rp13,9 triliun pada kuartal-I 2024. 

Adapun pendapatan bruto  pada kuartal-I 2024 tumbuh 12% secara tahunan (yoy) mencapai Rp3,3 triliun, didorong oleh layanan nilai tambah (value-added services). Sementara beban insentif dan pemasaran produk untuk segmen On-Demand Services menurun 38% yoy sedangkan beban kas rutin tetap turun 17% yoy.

EBITDA yang disesuaikan untuk segmen On-Demand Services pada kuartal-I 2024 tercatat positif selama dua kuartal berturut-turut, di mana pada kuartal ini mencapai Rp166 miliar atau 1,2% dari GTV on-demand services, yang merupakan peningkatan sebesar 296 basis poin yoy.

“GoTo akan terus berinvestasi pada bisnis on-demand services selaras dengan strategi,” tulis GoTo dalam keterangan resmi, Senin (29/4/2024).

Hal ini mencakup perluasan basis pengguna dengan produk yang terjangkau, peningkatan kualitas produk yang ditawarkan secara konsisten, memperdalam wallet share (daya beli konsumen yang digunakan untuk bertransaksi di dalam ekosistem GoTo) dengan penawaran produk yang beragam dan peningkatan produk langganan, serta mendorong berbagai layanan nilai tambah seperti iklan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Untuk lebih menyelaraskan pelaporannya kepada pelaku industri serupa di kawasan dan internasional, GoTo telah melakukan pembaruan terhadap model bisnis On-Demand Services terhadap sejumlah kategori bisnis pengiriman tertentu dari model agen kepada model prinsipal. Selain itu, Perseroan juga menambahkan sejumlah item tambahan ke dalam nilai GTV yang disajikan, di antaranya biaya tol dan tip. 

Segmen on-demand services diharapkan dapat bertumbuh lebih cepat seiring GoTo mengimplementasikan strategi untuk memperdalam wallet share, memperluas basis penggunanya, dan meningkatkan berbagai layanan bernilai tambah.

Direktur Utama Grup GoTo Patrick Walujo menyampaikan, pada  2023 pihaknya telah meletakkan landasan yang kuat serta menentukan strategi pertumbuhan dengan memperluas basis pengguna, memperdalam wallet share pengguna ekosistem, menurunkan beban operasional, serta memperkuat kemitraan dengan TikTok.

Pada kuartal-I 2024, pihaknya telah mempercepat pelaksanaan strategi tersebut serta kembali melakukan investasi pada produk-produk andalan, yang hasilnya mulai terlihat di Maret dan April 2024.

“Seiring implementasi strategi tersebut, kami berharap dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih cepat di tahun ini, dan di saat yang sama tetap berkomitmen kepada tujuan profitabilitas yang telah kami tetapkan,” ujar Patrick.

Back to top button