TinjauAds
Bisnis

Jawaban Airlangga Atas Tanya Investor Asing Soal Sistem Pajak Prabowo

Dibaca dalam waktu1 Menit, 30 Detik

TINJAU.ID Sejumlah investor Singapura mengajukan pertanyaan tentang sistem perpajakan dalam kabinet baru yang akan dipimpin oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto pada periode 2024-2029 mendatang. Pertanyaan ini diajukan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Indonesia-Singapore Business Forum 2024 di Singapura beberapa waktu lalu.

Airlangga memberikan tanggapan terhadap pertanyaan tersebut dengan mengilustrasikan gagasan pembentukan lembaga perpajakan yang terpisah dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

“Saat ini otoritas perpajakan berada pada Direktorat Jenderal di bawah Kementerian Keuangan. Otoritas Perpajakan dapat saja terpisah menjadi lembaga tersendiri yang berada langsung di bawah Presiden, untuk menyeimbangkan checks and balances,” ujar Airlangga kepada para pengusaha Singapura dalam forum tersebut.

Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan dan bertukar informasi mengenai peluang dan potensi usaha dan investasi, serta tantangan yang dihadapi ke depannya.

Airlangga menegaskan pentingnya peran investasi asing dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. “Dalam 10 tahun terakhir, investasi menjadi salah satu pendorong kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pemerintah tetap mengandalkan penanaman modal asing,” tegasnya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Menanggapi pertanyaan tentang peluang investasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan rencana pengembangan KEK ke depan, Airlangga menggarisbawahi rencana pemerintah untuk terus mendorong pengembangan KEK di berbagai wilayah di Indonesia, termasuk KEK di Bali yang menawarkan peluang investasi menarik bagi investor Singapura.

“Dalam wilayah Sanur, terdapat hotel yang dikonversikan menjadi rumah sakit atau klinik kesehatan. Sementara di KEK Kura Kura terdapat peluang investasi di bidang pendidikan dan pariwisata,” paparnya.

Menghadapi tantangan ke depan, Airlangga menekankan perlunya terus mengembangkan industri padat karya di samping industri padat modal, seperti industri tekstil dan fesyen.

Dalam forum tersebut, juga hadir delegasi pebisnis Singapura yang dipimpin oleh Chairman Singapore Institute of International Affairs Simon Tay dan beberapa petinggi perusahaan Singapura, antara lain Head of International Policy & Governance Temasek Ashok Mirpuri, CEO – Singapore & Southeast Asia Sembcorp Koh Chiap Khiong, dan Chairman and CEO of Jebsen & Jessen Heinrich Jessen.

Back to top button