TinjauAds
Bisnis

Impor Bahan Bakar Fosil Indonesia Distop Tahun 2045

Dibaca dalam waktu1 Menit, 42 Detik

Impor bahan bakar fosil Indonesia akan stop pada tahun 2045. Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pada tahun 2045 nanti Indonesia tidak akan lagi mengimpor bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) maupun gas.

Jakarta – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyebut pada tahun 2045 nanti Indonesia tidak akan lagi mengimpor bahan bakar fosil seperti bahan bakar minyak (BBM) maupun gas.

Luhut yakin bahwa pengembangan potensi minyak kelapa sawit sebagai bahan bakar alternatif akan maksimal.

“Kita sedang riset soal minyak kelapa sawit, karena kami percaya pada 2045 kami bisa produksi sekitar 100 juta ton minyak sawit,” kata Luhut, Kamis (19/1/23).

“30 persennya untuk pangan dan sisa 70 persennya, kita bisa lakukan riset dan kita bisa bikin etanol. Jadi kita tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu,” kata dia lagi.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Luhut menjelaskan pengembangan bahan bakar alternatif merupakan satu dari lima pilar ekonomi hijau yang gencar di Indonesia.

Keempat pilar lainnya yaitu dekarbonisasi sektor kelistrikan, transportasi rendah karbon yang salah satunya berupa adopsi kendaraan listrik, industri hijau, dan carbon sinks yang meliputi carbon capture dan carbon offset market.

Impor bahan bakar fosil untuk net zero emission

Lebih lanjut Luhut juga menyebut percepatan pencapaian net zero emission 2060 harus melalui transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

“Makanya peran minyak sawit akan sangat besar di tahun-tahun mendatang,” katanya.

Pemerintah Indonesia pun, lanjut Luhut, melakukan moratorium izin perkebunan kelapa sawit. Tujuannya agar tingkat produktivitas bisa meningkat dari 2,3 ton per hektare menjadi 8-10 ton per hektar dalam 10-15 tahun ke depan.

Kebijakan moratorium sendiri juga untuk menekan angka deforestasi akibat ekspansi kebun kelapa sawit.

Sebagai produsen CPO dan biodiesel terbesar di dunia, Indonesia telah mengimplementasikan program mandatori penggunaan biodiesel berbasis CPO sejak 2008.

Program mandatori dengan tujuan untuk mengurangi impor bahan bakar fosil, utamanya bahan bakar diesel. Ini juga untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan serta mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar fosil.

“Indonesia sudah membangun kolaborasi dengan Malaysia, saya rasa 74 persen akan berasal dari dua negara ini,” kata Luhut.

Editor: Michael Ckow

Back to top button