Harga Cabai di Surabaya Naik 100 Persen
Harga cabai di Pasar Wonokromo, Surabaya naik 100 persen. Kenaikan ini sudag terjadi sejak 1 bulan yang lalu.
Surabaya, tinjau.id – Meskipun mendapat kunjungan sidak dari Presiden Jokowi, Sabtu (18/2/2023), harga lalu tidak turun seketika.
Sejak satu bulan yang lalu harga berbagai jenis cabai di pasar Wonokromo Surabaya mengalami kenaikan yang cukup tinggi. Kenaikan bahkan mencapai dua kali lipat atau lebih dari seratus persen.
Pembeli dan pedagang berharap dengan adanya sidak pasar yang dilakukan Presiden Jokowi, harga kebutuhan pokok di Pasar Wonokromo dapat turun.
Kenaikan terjadi pada semua jenis cabai, termasuk cabai rawit, cabai hijau, hingga cabai merah.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Nasipah, pedagang sembako mengatakan cabai rawit dari awalnya harganya Rp 25 ribu/ kg, kini menjadi Rp 60 ribu.
Untuk cabai rawit hijau sebelumnya Rp 18 ribu/ kg kini harganya mencapai Rp 48 ribu. Cabai merah dari Rp 15 ribu rupiah kini menjadi Rp 35 ribu/ kg.
Mayoritas kenaikan harga cabai ini mencapai dua kali lipat atau lebih dari 100 persen. Pedagang menduga kenaikan harga terjadi akibat tingginya curah hujan sehingga banyak petani cabai yang gagal panen.
Kenaikan cabai ini juga secara bertahap selama 1 bulan belakangan ini.
“Bertahap. Kadang naik Rp 2 ribu, Rp 3 ribu dan juga Rp 5 ribu, gak mesti,” kata Nasipah.
Harga naik, konsumen tetap membeli karena tidak ada pilihan
Nasipah menambahkan jumlah konsumen sama sekali tidak berkurang. Namun mereka membeli hanya sedikit tidak seperti biasanya memebli dengan jumlah kiloan yang lebih besar.
Sementara itu pembeli cabai mengaku keberatan dengan terus naiknya harga cabai di pasaran. Namun pembeli tak punya pilihan lantaran cabai menjadi salah satu bumbu dapur yang wajib ada.
“Yah lumayan naik sih, tetapi saya nggak kurangi untuk membelinya karena kan itu kebutuhan pokok yang digunakan sehari-hari untuk sambal. Dan naiknya ini memberatkan lah,” ujar Nur Hidayah, konsumen di Pasar Wonokromo.
Nur Hidayah berharap dengan adanya sidak pasar yang dilakukan Presiden Jokowi di Pasar Wonokromo Surabaya, harga berbagai macam kebutuhan pokok dapat kembali stabil terutama menjelang Ramadhan.
“Semoga cepat turuh dan harga-harga yag lainnya juga turun, jangan harga cabai saja, terutama minyak goreng itu ya, yang harganya menanjak sekali,” pungkasnya.








