Pembangunan BRT Bandung Raya Mulai 2024
Pemerintah Provinsi Jabar akan memulai pembangunan bus rapid transit (BRT) tahun 2024 yang dibiayai oleh Bank Dunia
Bandung, tinjau.id – Proyek pembangunan transportasi massal ramah lingkungan BRT di kawasan Bandung Raya pelaksanaannya mulai tahun 2024.
Pengoperasian armada tersebut 40 persen menggunakan bus listrik.
Hal tersebut dikemukakan Kepala Bidang Perkeretaapian dan Pengembangan Transportasi Dinas Perhubungan Jawa Barat Dhani Gumelar, baru-baru ini.
Dhani mengemukakan, BRT Bandung Raya akan menghubungkan lima daerah. Yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
“Tahun depan (2024) kita akan mulai menyiapkan infrastrukturnya seperti jalur khusus, shelter dan sarana pendukung lainnya,” tutur Dhani.
Pembangunan tersebut didanai Bank Dunia melalui pemerintah pusat dan diharapkan mulai beroperasi tahun 2026 atau 2027.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Karena memerlukan infrastruktur khusus, jadi proses pembangunannya memang cukup lama kurang lebih tiga tahun,” ujarnya.
Dhani menuturkan, sebetulnya di Bandung Raya ada dua moda pengembangan transportasi massal. Yaitu berbasis jalan dengan BRT, kedua berbasis rel Light Rail Transit (LRT).
“Namun karena yang paling memungkinkan pembangunannya untuk sementara ini adalah BRT, maka kami dahulukan,” terang Dhani.
BRT Bandung Raya akan melayani 17 koridor dengan jumlah armada lebih kurang 400 bus. Dari jumlah itu 40 persen wajib menggunakan bus listrik sesuai ketentuan Bank Dunia.
“Meski proyek ini baru mulai tahun 2024, tetapi untuk pilot project juga pada tahun 2024. Kita akan operasikan yang pertama beberapa koridor di Kota Bandung dengan menggunakan bus listrik. Syaratnya dari total armada, 40 persen harus bus listrik,” jelasnya.
Ke depan badan khsuus seperti BUMD akan menangani operasionalnya.
Namun karena Jabar belum memiliki BUMD transportasi, jadi untuk sementara yang mengelola Dinas Perhubungan Jabar.
“Sementara kita dulu yang kelola. Lalu nanti kemungkinan akan ada BUMD khusus transportasi, itu masih kita diskusikan dengan berbagai pihak,” pungkas Dhani.








