Harga Cabai dan Bawang Merah Naik Dua Kali Lipat

Setelah harga beras dan minyak goreng yang naik, kini harga cabai dan bawang merah naik dua kali lipat. Masyarakat minta Pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok tetap stabil.
Surabaya, Jawa Timur, tinjau.id – Untuk menstabilkan harga pangan, Pemerintah pusat maupun daerah terus berkolaborasi menjamin ketersediaan pasokan barang.
Mereka juga terus memantau kondisi pasar. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan sidak harga bahan pangan di Pasar Pucang Anom.
Eri Cahyadi melakukan pengecekan harga maupun pasokan beras, minyak goreng, dan sayur mayur. Ia menyusuri lorong-lorong pasar dan menyempatkan untuk mengobrol langsung dengan pedagang dan pembeli.
Beberapa pedagang sembako tak luput jadi tempat jujukan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya ini. Termasuk pula pedagang jajanan tradisional dan pedagang sayuran.
Harga Cabai dan Bawang Merah
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, Eri menemukan jika harga cabai rawit dan bawang merah mengalami kenaikan. Bahkan kenaikkannya sudah berlangsung selama 1 bulan belakanagan.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Salah satu pedagang sayur di Pasar Pucang Anom, Habibah mengakui jika harga cabai dan bawang merah naik. Bahkan kenaikannya bisa sampai dua kali lipat.
“Harganya Rp 40 ribu bawang merah, sebelumnya Rp 30 ribu, cabai Rp 80 ribu sebelumnya Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu. Naik sudah sebulan,” ujarnya.
Eri pun langsung bergerak cepat melihat harga bawang, ia telah meminta jajarannya agar berkoordinasi dengan PD Pasar Surya untuk menekan harga cabai dan bawang merah.
“Saya minta teman-teman PD Pasar Surya dan Dinkopdag itu untuk berangkat ke Nganjuk, karena saya sudah kontak Pak Bupati Nganjuk. Di situ kita bisa langsung connect dengan petaninya,” katanya.
Menurutnya, dengan cara mengambil hasil panen langsung dari petani di Nganjuk, maka harga cabai rawit dan bawang merah di Surabaya dapat ditekan. Termasuk pula proses distribusinya yang menggunakan armada milik Pemkot Surabaya.
Pasokan Beras dan Minyak Goreng
Sementara itu, terkait pasokan beras Eri mengatakan, PD Pasar Surya telah menjamin stok beras aman untuk beberapa bulan ke depan. Pemkot Surabaya bersama PD Pasar Surya akan berusaha harga beras tetap stabil.
“Saya juga minta pak Sekda, sediakan alat transportasi yang ambil (beras) ke Bulog untuk didistribusikan ke pedagang dari Pemkot. Sehingga harganya bisa kita kontrol, karena angkutannya kita lakukan subsidi,” kata Eri.
Selain harga beras, Eri juga mengungkapkan jika saat ini stok Minyakita melimpah. Sedangkan untuk harga, pedagang maksimal menjual Rp 14.000 sesuai dengan HET (Harga Eceran Tertinggi).
“Minyakita Alhamdulillah stoknya sudah berlimpah, sudah kita pastikan beberapa bulan ke depan,” ungkap Cak Eri, panggilan akrab Wali Kota Surabaya ini.
Kemudian ia jelaskan bahwa Dinkopdag bersama PD Pasar Surya telah fasilitasi pedagang dalam proses pemesanan Minyakita. Sebab, untuk bisa menjual produk minyak goreng tersebut, pedagang harus mendaftar dulu melalui aplikasi Simirah.
“Nah, itu sekarang dibantu pemerintah kota dan PD Pasar Surya. Sehingga kebutuhan-kebutuhan itu sudah bisa terpenuhi, juga untuk kebutuhan minyaknya,” kata dia.***








