Perekonomian Masyarakat Sepaku Naik 4 Kali Lipat Dampak IKN
Perekonomian masyarakat Sepaku naik 4 kali lipat setelah pemerintah memulai pembangunan kawasan Ibukota Negara Nusantara atau IKN.
Penajam Paser Utara, tinjau.id –Lonjakan jumlah penduduk di sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan atau KIPP IKN di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan timur, ternyata telah memicu terjadinya peningkatan roda perekonomian di sekitar IKN.
Peningkatan roda perekonomian masyarakat di sekitar KIPP IKN itu, terjadi di Desa Bumi Harapan, Desa Bukit Raya, dan juga kelurahan Pemaluan.
Di tiga kawasan itu, dalam kurun waktu periode tahun 2022 lalu, telah mulai mengalami peningkatan roda perekonomian yang cukup signifikan.
Camat Sepaku, Waluyo pun membenarkan hal itu. Menurutnya, berdasarkan data dari pemerintah daerah setempat, peningkatan roda perekonomian masyarakat Sepaku selama periode tahun 2022 telah naik hingga 4 kali lipat jika dibandingkan pada tahun 2021 lalu.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
“Iya benar mbak, jadi memang terjadi peningkatan roda perekonomian masyarakat di Kecamatan Sepaku ini,” kata Waluyo, Rabu pagi (15/2/2023).
Waluyo menjelaskan peningkatan roda perekonomian masyarakat di sekitar KIPP IKN itu, didominasi sektor usaha kuliner dan perhotelan atau pun penginapan.
Kalau dulu cuma ada 2 penginapan, sekarang sudah ada 8 penginapan baru. Masih ada juga beberapa penginapan yang dalam proses pembangunan,
“Sebenarnya peningkatan perekonomian di wilayah Sepaku ini mulai terjadi sejak Presiden menetapkan IKN. Tetapi memang, sejak tahun 2022 lalu, sejak pembangunan infrastruktur di IKN di mulai, perekonomian masyarakat sini semakin meningkat. Bahkan hingga 3 atau 4 kali lipat di banding sebelumnya,” imbuhnya.
Selain itu, usaha penginapan atau pun perhotelan kini juga mulai bertambah. Dari yang sebelumnya hanya ada 2 titik penginapan saja, kini bertambah menjadi lebih dari 5 titik penginapan.
“Mayoritas sih di sektor usaha kuliner dan penginapan ya mbak. Coba lihat saja kesana mbak, kalau kita mau menuju ke IKN mulai banyak tuh restoran, cafe, rumah makan. Terus sektor penginapan atau perhotelan juga,” pungkasnya.***








