TinjauAds
Bisnis

Kereta Api Indonesia dan Nama-nama Sungai

Dibaca dalam waktu2 Menit, 55 Detik

Kereta Api Indonesia, operator angkutan kereta nasional menamakan armadanya dengan nama-nama sungai. Filosofinya, sungai adalah sumber kehidupan, sumber dari aktivitas bercocok tanam dan kehidupan sehari-hari.

Jakarta, tinjau.idSungai sumber kehidupan pada masa lalu, namanya diabadikan menjadi nama kereta api oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI. Perkeretaapian Indonesia menggunakan setidaknya 8 nama sungai untuk armadanya.

Indonesia memiliki hampir 6.000 sungai dan memiliki 65.017 anak sungai, yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Berikut nama sungai yang diabadikan menjadi nama kereta api:

Kereta Api Bengawan

Nama ini berasal dari sungai terpanjang di Indonesia, yakni Sungai Bengawan Solo, dengan panjang 600 km.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Bengawan menjadi nama Kereta Api (KA) jarak jauh, dengan rute Purwosari (Solo) sampai Pasar Senen (Jakarta) (pp), jarak tempuh kereta ini sepanjang 569 km.

Karena KA ini mendapatkan subsidi dari pemerintah, maka biaya untuk menaiki kereta ini cukup murah yakni ‘hanya’ 74 ribu rupiah.

Kerata Api Bogowonto

Bogowonto adalah nama sungai di Jawa Tengah. Sungai ini meliputi Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, dan Kabupaten Purworejo sepanjang 67 km dan bermuara ke Samudera Hindia.

Bogowonto ini digunakan sebagai nama rangkaian kereta api ekonomi komersial relasi Lempuyangan (Yogyakarta) – Pasar Senen (pp) pada 3 September 2010 dengan menempuh jarak 513 km.

Kereta Api Brantas

Sungai Brantas ini merupakan sungai terpanjang kedua di Pulau Jawa dan panjangnya 320 km.

Selain itu, Sungai Brantas ini juga mempunyai peran penting untuk Provinsi Jawa Timur, sebagai lumbung pangan nasional.

Adapun Sungai Brantas ini digunakan sebagai nama kereta api komersial kelas campuran (eksekutif dan ekonomi) yang mulai beroperasi pada 1 Oktober 1998 dengan relasi Blitar-Pasar Senen (pp) via Semarang Tawang dan jarak tempuhnya 804 km.

Kereta Api Gajahwong

Sungai Gajahwong merupakan sungai yang membelah Kota Yogyakarta.

Diketahui bahwa bagian hulunya ada di Kabupaten Sleman dan hilirnya ada di Kabupaten Bantul. Selain itu, nama Gajahwong ini juga dikenal sebab dahulu sungai ini dipercaya sebagai tempat memandikan gajah-gajah milik Kerajaan Mataram Islam.

Kemudian nama sungai ini digunakan sebagai nama kereta antar kota komersial kelas campuran, relasi Lempuyangan-Pasar Senen (pp) dan jarak tempuh 513 km.

Kereta Api Kaligung

Kaligung adalah sungai Gung terletak pada Kabupaten Tegal, memiliki panjang 48 dan bermuara di Laut Jawa.

Namanya menjadi nama KA lokal komersial kelas campuran (ekonomi & eksekutif) dengan rute Semarang Poncol – Cirebon Prujakan (pp) dengan jarak tempuh 148 km.

Kereta Api Logawa

Logawa adalah anak sungai Serayu yang memiliki panjang 25 km. Sungai ini berasal dari dua pertemuan air terjun, yakni Gomblang Wetan dan Gomblang Kulon.

Nama Logawa tersemat dalam KA jarak jauh kormesial kelas campuran (ekonomi & bisnis) dari Purwokerto – Jember (pp). Kereta ini beroperasi pada 21 April 1999 dengan jarak tempuh sejauh 672 km.

Kereta Api Progo

Progo adalah Sungai dengan panjang 140 km ini sempat Belanda gunakan untuk irigasi pada masa kolonial.

Bagian hulu sungai ini menjadi wisata white water rafting, karena memiliki jeram yang mendebarkan.

KA Progo melayani penumpang dari Lempuyangan – Pasar Senen (pp) untuk kelas ekonomi, beroperasi sejak tahun 2002 dengan jarak tempuh 513 km.

Kereta Api Serayu

Serayu nama sungai yang terletak di Jawa Tengah dengan panjang 181 km, bermuara di Samudra Hindia dan melintasi 5 kabupaten.

Sungai ini memiliki debit air yang besar, sehingga berguna untuk PLTA berkapasitas 184,5 MegaWatt (MW).

KA Serayu melayani penumpang dari Pasar Senen – Purwokerto (pp) sejauh 745 km dengan tarif 67.ooo rupiah, dengan waktu tempuh 10 jam. Jarak tempuh sangat jauh, karena KA ini melalui jalur tengah yang melewati Bandung.

Back to top button