Monas Aset Berharga Indonesia
Monas atau Monumen Nasional, sebuah bangunan cagar budaya di Jakarta, ikonik dan terkenal. Karya Soedarsono, Frederich Silaban dan Ir. Rooseno.
Jakarta – Monumen Nasional atau Monas merupakan salah satu landmark DKI Jakarta. Monas merupakan tempat wisata edukasi sejarah masyarakat Indonesia. Salah satu yang paling ikonik tentang Monas ialah emas raksasa di puncaknya.
Ada banyak cerita yang menarik dalam proses pembangunan Monas. Mulai dari pemasangan tiang pancang hingga pemasangan emas raksasa di puncak itu.
Biaya pembangunan Monas menarik untuk diulas.
Histori berdirinya Monumen Nasional
Monas mulai berdiri setelah Ibu Kota Negara berpindah dari Yogyakarta ke Jakarta. Menyusul pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1949.
Monas dapat berdiri dengan dana Rp 32 trilliun. Pada tahun 1975, konstruksi pembangunan Monas menghabiskan sekitar Rp 7 miliar. Hari ini, uang sebesar itu setara dengan Rp 365,5 miliar.
Biaya bangun Monas merupakan iuran masyarakat dan anggaran pemerintah. Untuk membangun Monas, sumbangan wajib pengusaha bioskop seluruh Indonesia dikerahkan. Sepanjang November 1961-Januari 1962 tercatat 15 bioskop menyumbang Rp 49.193.200,01. Dalam catatan sejarah, Bioskop Parepare, Sulawesi Selatan, misalnya, menyumbang Rp 7.700,60; Bioskop Watampone, Sulawesi Selatan, Rp 1.364,20; dan Bioskop Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rp 884.528,85.
Pembangunan Monas terdiri dari tiga tahap. Tahap pertama, pembangunan resmi mulai pada 17 Agustus 1961 dengan upacara pemasangan patok beton pertama oleh Presiden Soekarno. 284 tiang beton tertanam sebagai pondasi bangunan. 360 patok bumi untuk fondasi Museum Sejarah Nasional. Seluruh pemasangan pondasi selesai pada bulan Maret 1962. Dinding museum di dasar bangunan selesai pada bulan Oktober. Konstruksi obelisk selesai pada Agustus 1963.
Pembangunan tahap kedua berlangsung dari tahun 1966 hingga 1968, karena adanya Gerakan 30 September sehingga tahap ini tertunda.
Tahap terakhir berlangsung pada tahun 1969 hingga 1976 dengan menambahkan diorama pada museum. Monumen resmi buka pada 12 Juli 1975 oleh Presiden Soeharto. Bujur sangkar lokasi pembangunan tugu ini terkenal dengan nama Medan Merdeka.
Monas berdiri dalam kurun satu setengah dekade setelah kemerdekaan Indonesia. Komite pembangunan Monas mengadakan kompetisi untuk mendesain monumen ini, namun pemerintahan saat itu tidak bisa membiayai hasil desain yang menjadi pemenang.
Tapi berkat tekad yang keras dari pemerintah dan sumbangan dari masyarakat Indonesia, Monas berhasil berdiri 14 tahun setelah pembangunan.
Berat Emas Monas
Mengutip Instagram resmi Monumen Nasional, monumen ini memiliki 72 kilogram emas. 50 kilogram pada puncak, 22 kilogram emas lainnya terletak di Ruang Kemerdekaan. Emas tersebut melekat pada pintu gapura kemerdekaan, burung Garuda Pancasila, dan Kepulauan Indonesia.
Ruang Kemerdekaan merupakan ruangan berbentuk persegi yang dikelilingi amphitheater, menyimpan simbol kemerdekaan bangsa Indonesia. Di ruangan ini pengunjung bisa mendengarkan suara asli Bung Karno saat membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan 1945.
Selain itu ada juga salinan naskah Proklamasi pada kotak kaca di dalam pintu gerbang bernama ‘Gerbang Kemerdekaan’. Gerbang ini berlapis emas berhiaskan bunga wijaya kusuma.
Mengacu pada harga emas Antam di laman Logam Mulia per 28 Januari 2023, harga emas berada di kisaran Rp 970.600.000 per kg.
Monumen Nasional kita berhiaskan emas setara Rp 69.883.200.000 atau Rp 69,8 miliar.
Editor: Michael Ckow









