TinjauAds
Tinjau

Menjadi Anti Mainstream

Dibaca dalam waktu1 Menit, 37 Detik

Balsamus Pieter Dwiwasa | tinjau.id

Jakarta – Tim Nasional Jerman menjadi tim yang banyak mendapat perhatian dalam Piala Dunia 2022 Qatar, bukan hanya karena kekalahan dari Jepang, tetapi juga sebagai tim yang secara terbuka mendukung LGBTQ.

Hal ini terlihat dari cara mereka ketika melakukan foto sebelum pertandingan pertama di Piala Dunia 2022, dengan gestur menutup mulut setelah keinginan menggunakan ban kapten berwarna pelangi tidak diijinkan.

Kekalahan Jerman dari Jepang di tambah hasil seri dengan Spanyol, membuat posisi Jerman ditentukan oleh pertandingan lain. Pada jumat (2/12) dini hari tadi, Jerman berhasil mengalahkan Costa Rica dengan skor 4-2, hanya saja pertandingan lainnya, dimenangi oleh Jepang, yang secara kontroversial berhasil mengalahkan Spanyol dengan skor 2-1. Hasil ini membuat Jerman pulang lebih cepat dari Qatar.

Tinjauan Terkait: Jerman-Jepang Di Atas Rumput: Spirit Lapuk vs Spirit Teh

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Hal yang menarik dalam pertandingan tadi malam, gol kedua Jepang kala menghadapi Spanyol menjadi hal yang patut dipertimbangkan. Berkat pengesahan gol ini, Jerman menjadi pulang lebih cepat, andaikan gol ini tidak di sah-kan oleh wasit asal Afrika Selatan, Victor Gomes, mungkin Jerman belum kembali ke negaranya.

Sinyal bahwa VAR bukanlah jawaban untuk memastikan gol atau tidak. Hal itu dapat kita lihat dari kontroversi gol hari ini.

Ketika tim Jerman ingin menjadi anti mainstream dengan menunjukkan eksistensinya sebagai tim yang memiliki suara dan kekuatan, mereka dibungkam dan dipulangkan terlebih dahulu karena mereka bisa saja akan menjadi “benalu” untuk gelaran Piala Dunia 2022 Qatar.

Seolah-olah terdapat kalimat seperti “Semakin lama Jerman berada di Qatar, semakin lama kita harus siap sedia melawan tindakannya.”

Dengan kepulangan Jerman, salah satu tim besar, gelaran Piala Dunia kali ini akan menjadi wadah bagi tim-tim yang jarang terdengar di babak gugur, sebut saja Australia yang baru dua kali mencapai babak gugur, yakni pada Piala Dunia 2006 dan 2022. Lebih hebat lagi Maroko, dimana mereka maju ke babak gugur setelah 36 tahun!

Terimakasih Jerman atas usahanya, dan sampai jumpa di Piala Dunia USA 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button