TinjauAds
BeritaHeadline

Demo 28 Oktober di Jakarta Diimbau Tertib, Dishub Siapkan Rekayasa Lalin di Sejumlah Titik

Dibaca dalam waktu3 Menit, 0 Detik

TINJAU, Jakarta – Aktivitas warga Jakarta, Rabu (28/10/2026) berpotensi terdampak aksi unjuk rasa yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah elemen masyarakat sipil.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah kawasan, termasuk Monas, Tugu Tani, dan Gedung DPR/MPR.

Aksi penyampaian pendapat tersebut dijadwalkan mulai pukul 12.00 WIB. Pengguna jalan diimbau menghindari titik-titik kegiatan dan memanfaatkan rute alternatif agar perjalanan tetap berjalan lancar.

Kepala Dishub DKI Jakarta Budi Awaluddin mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan untuk menyesuaikan kondisi di lapangan selama aksi berlangsung.

Di kawasan Monas dan Tugu Tani, kendaraan dari arah Harmoni menuju Senen dapat melintasi Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Dr. Sutomo, Jalan Gunung Sahari, hingga Jalan Pasar Senen.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sementara itu, kendaraan dari Harmoni menuju Stasiun Gambir dapat melewati Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Pos, Jalan Gedung Kesenian, Jalan Lapangan Banteng Utara, Jalan Lapangan Banteng Barat, Jalan Taman Pejambon, Jalan Pejambon, dan Jalan Medan Merdeka Timur.

Pengendara dari arah Kwitang menuju Pasar Baru dapat menggunakan Jalan Kramat Kwitang, Jalan Senen Raya, Jalan Dr. Wahidin Raya, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan H. Samanhudi.

Adapun kendaraan dari Tanah Abang menuju Harmoni dapat melintasi Jalan Jatibaru Raya, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Majapahit. Pengendara dari Blok M menuju Harmoni juga dapat menggunakan Jalan Jenderal Sudirman, Jalan KH Mas Mansyur, Jalan Cideng Barat, Jalan Balikpapan, hingga Jalan Suryopranoto.

Di kawasan Gedung DPR/MPR, kendaraan dari arah Cawang menuju Slipi atau Tomang dapat melewati Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Patal Senayan, Jalan Permata Hijau, Jalan Tentara Pelajar, hingga Jalan S. Parman.

Sementara itu, kendaraan dari Blok M menuju Slipi atau Tomang dapat menggunakan Jalan Kyai Maja, Jalan Kebayoran Baru, Jalan Sultan Iskandar Muda, Jalan Teuku Nyak Arief, Jalan Tentara Pelajar, dan Jalan S. Parman.

Untuk perjalanan dari Harmoni menuju Blok M, pengendara dapat memilih jalur melalui Jalan Hayam Wuruk, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Veteran, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, Jalan Kyai Caringin, Jalan Tomang Raya, Jalan S. Parman, Jalan Gatot Subroto, dan Jalan Pejompongan Raya sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Blok M.

Dishub DKI Jakarta menyatakan layanan angkutan umum, termasuk Transjakarta, MRT, dan LRT, tetap beroperasi normal. Namun, layanan Transjakarta dapat menyesuaikan kondisi apabila terjadi pengalihan arus lalu lintas.

Pemerintah Imbau Aksi Berlangsung Damai

Di tengah persiapan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap aksi unjuk rasa berlangsung tertib tanpa merusak fasilitas publik atau mengganggu ketertiban umum.

Imbauan serupa disampaikan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal. Ia meminta para buruh dan peserta demonstrasi menyampaikan aspirasi secara damai, tanpa kekerasan maupun kerusuhan, serta tetap mematuhi konstitusi dan peraturan yang berlaku.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya juga mengajak masyarakat menjaga fasilitas umum selama aksi berlangsung. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa fasilitas publik merupakan sarana penting bagi mobilitas dan kebutuhan masyarakat sehari-hari.

Menurutnya, kerusakan fasilitas umum dapat menimbulkan dampak luas, mulai dari terganggunya perjalanan warga hingga tertundanya pelayanan publik dan munculnya biaya perbaikan.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak masyarakat yang dijamin undang-undang. Personel kepolisian akan mendampingi jalannya aksi dengan pendekatan humanis serta melakukan pengaturan lalu lintas secara situasional.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir turut mengingatkan masyarakat agar tidak ragu menyampaikan aspirasi, tetapi tetap mengedepankan cara-cara konstruktif dan tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.

Dengan adanya rekayasa lalu lintas tersebut, masyarakat yang hendak beraktivitas di sekitar pusat Jakarta diharapkan merencanakan perjalanan lebih awal, memantau informasi lalu lintas terkini, serta mempertimbangkan penggunaan transportasi umum untuk mengantisipasi perubahan kondisi jalan selama aksi berlangsung.

Back to top button