TinjauAds
BeritaPilihan Redaksi

Indonesia Punya Hotel Sendiri di Mekkah, Danantara Kucurkan Rp 9,5 T

Dibaca dalam waktu2 Menit, 20 Detik

TINJAU, Jakarta – Indonesia mencatat sejarah baru sebagai negara asing pertama yang memiliki aset properti  di Mekkah, Arab Saudi. Melalui Badan Pengelola Investasi Danantara, Indonesia resmi mengakuisisi aset properti senilai 2 miliar riyal Saudi atau sekitar Rp 9,5 triliun di kawasan Thakher, Mekkah.

Akuisisi ini disebut menjadi tonggak baru bagi kepemilikan aset properti Indonesia di Tanah Suci.

Mengutip Arab News, pengembang utama Thakher Development telah menyerahkan dokumen kepemilikan aset kepada Danantara. Transaksi tersebut mencakup Hotel Novotel Thakher Mekkah yang memiliki 1.461 kamar serta 14 kavling lahan di kawasan sekitarnya yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

CEO Thakher Development, Faisal Shaker, menyebut penyerahan aset kepada Indonesia sebagai momen bersejarah bagi pengembangan kawasan Thakher Mekkah. Langkah tersebut sekaligus mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar real estat Arab Saudi.

Hotel bintang empat yang berada di Distrik Al Andalus, Thakher Mekkah, itu berjarak sekitar 2,5 kilometer dari Masjidil Haram. Selain menyediakan kamar bagi para tamu, hotel tersebut dilengkapi restoran, pusat kebugaran, dan ruang pertemuan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Kepemilikan aset ini tidak hanya menjadi bagian dari strategi investasi Indonesia di luar negeri, tetapi juga diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Aset tersebut diproyeksikan menjadi bagian dari ekosistem layanan jemaah, mencakup akomodasi dan fasilitas pendukung terpadu, termasuk sektor perhotelan dan ritel.

Bagi Indonesia, kepemilikan properti di Mekkah berpotensi menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap penyewaan akomodasi musiman. Selama musim haji, kebutuhan penginapan bagi jemaah meningkat dan dapat memengaruhi biaya serta ketersediaan kamar.

Kebutuhan tersebut tidak terlepas dari besarnya jumlah jemaah asal Indonesia. Pada 2026, Indonesia memperoleh kuota haji reguler sebanyak 203.320 orang. Selain itu, sekitar 1,5 juta warga Indonesia tercatat menunaikan ibadah umrah sepanjang tahun.

Dengan kapasitas operasional yang diperkirakan mampu menampung hingga 4.400 jemaah secara bersamaan pada puncak musim haji, Hotel Novotel Thakher Mekkah diharapkan dapat memperkuat dukungan akomodasi bagi jemaah Indonesia.

Akuisisi ini juga berlangsung di tengah perubahan kebijakan investasi properti Arab Saudi. Pada Januari 2026, negara tersebut memberlakukan regulasi kepemilikan real estat bagi warga negara asing atau non-Saudi.

Kebijakan ini membuka peluang investasi asing di sektor properti dalam kerangka pengembangan ekonomi dan diversifikasi sumber pendapatan Kerajaan.

Arab Saudi sendiri menargetkan peningkatan jumlah jemaah umrah hingga 30 juta orang per tahun pada 2030. Target tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan jumlah jemaah umrah pada 2019 yang tercatat sekitar 8,5 juta orang.

Sementara itu, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa akuisisi tersebut menjadi pijakan untuk membangun bisnis perhotelan Indonesia dalam jangka panjang di Arab Saudi.

“Langkah ini merupakan langkah konkret dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi,” ujar Rosan.

Kepemilikan Hotel Novotel Thakher Mekkah beserta lahan pengembangannya membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat kehadiran investasinya di Tanah Suci.

Lebih dari sekadar aset komersial, investasi ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan akomodasi jemaah sekaligus menjadi bagian dari pengembangan bisnis perhotelan Indonesia di pasar internasional.

Back to top button