Rusia Beri Sinyal Akan Ada Kelaparan Dunia
Rusia memberi sinyal akan terjadi bencana kelaparan dunia. Sinyal itu diprediksi karena isyarat Rusia yang tidak menyetujui adanya ekspor biji-bijian dari Laut Hitam.
Moskow, tinjau.id – Perang Rusia-Ukraina hingga tanda-tanda krisis pangan dunia kembali menjadi kabar tidak sedap bagi warga dunia. Isyarat Rusia bahwa tidak menyetujui pengiriman biji-bijian dari Laut Hitam pada 17 Juli mendatang tampaknya akan berdampak global.
Pada pernyataan resmi yang disampaikan Moskow Kamis (25/5/2023), negara Putin itu menyebut ekspor biji-bijian tidak disetujui jika tidak ada kesepakatan ekspor masa perang yang aman dari tiga pelabuhan Laut Hitam Ukraina.
Moskow sudah meminta agar bank pertanian Rusia atau Rosselkhozbank dikembalikan ke jaringan pembayaran internasional SWIFT untuk memperlancar perdagangan globalnya.
Kementerian Luar Negeri Rusia sebagaimana dilansir Reuters mengatakan jika Rosselkhozbank tidak terhubung dengan SWIFT dan tidak ada kemajuan dalam penerapan masalah ‘sistemik’ lain yang menghalangi ekspor pertanian kita, maka ‘inisiatif Laut Hitam’ juga harus mencari alternatif.
Sebagai alternatif, Moskow menyarankan ekspor melalui jalan Darat di Eropa meski itu lebih mahal untuk Ukraina.
Sebelumnya, Rosselkhozbank terputus dari SWIFT oleh Uni Eropa (UE) pada bulan Juni karena serangan Rusia ke Ukraina. Juru bicara Uni Eropa dalam pernyataannya mengatakan blok itu tidak mempertimbangkan pemulihan bank-bank Rusia.
Untuk membantu meyakinkan Rusia agar mengizinkan Ukraina melanjutkan ekspor biji-bijian Laut Hitam, pakta tiga tahun juga dibuat Juli lalu di mana PBB juga setuju untuk membantu Moskow melakukan pengiriman makanan dan pupuknya.
“Di bawah pakta tersebut, dan sebagai alternatif untuk mengembalikan Rosselkhozbank ke SWIFT, bank AS JPMorgan Chase & Co telah memproses beberapa pembayaran ekspor biji-bijian Rusia,” tutur sumber mengatakan kepada Reuters bulan lalu, seraya menambahkan sudut pandang Rusia yang menganggap ini tidak cocok untuk jangka panjang.
“Perserikatan Bangsa-Bangsa bekerja sama dengan Bank Ekspor-Impor Afrika (Afreximbank) untuk membuat platform guna membantu memproses transaksi ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia ke Afrika,” kata pejabat tinggi perdagangan PBB.
Kesepakatan biji-bijian Laut Hitam juga memungkinkan ekspor amonia yang aman. Namun saluran pipa yang digunakan Rusia untuk memompa hingga 2,5 juta ton amonia setiap tahun untuk diekspor via Pelabuhan Pivdennyi Ukraina belum dimulai kembali.
Pemerintah Ukraina pada Jumat lalu mengatakan bahwa Kyiv akan mempertimbangkan untuk mengizinkan amonia Rusia transit wilayahnya untuk ekspor jika kesepakatan biji-bijian Laut Hitam diperluas untuk mencakup lebih banyak pelabuhan Ukraina dan komoditas yang lebih luas.
Mengapa Perang Rusia-Ukraina ancam pangan dunia?
Ukraina dan Rusia diketahui merupakan salah satu lumbung pangan dunia.
Kedua negara yang saling bertempur itu memproduksi biji-bijian seperti gandum dan jagung.
Peperangan keduanya pun telah mengganggu jalur distribusi pangan bagi dunia, utamanya negara-negara seperti Timur Tengah dan Afrika.
Pasalnya, wilayah itu cukup bergantung dari pasokan kedua negara.








