TinjauAds
DigitusLintas Batas

Bahaya Teknologi, Paus Fransiskus Ingatkan Kaum Muda

Dibaca dalam waktu1 Menit, 27 Detik

Bahaya teknologi semakin mengancam. Pemimpin Gereja Katolik, Paus Fransiskus mengingatkan kaum muda agar jernih dalam menggunakan teknologi untuk kepentingan kemanusiaan.

Vatikan, tinjau.id – Paus Fransiskus memperingatkan bahaya teknologi yang semakin mendominasi kehidupan manusia.

“Pikirkan krisis ekologi di mana alam hanya bereaksi terhadap penggunaan instrumen yang kita ciptakan. Pikirkan tentang kurangnya pembatasan, logika bahwa selama kamu bisa melakukannya maka hal itu diperbolehkan,” ujar Paus.

Paus mengatakan budaya dan pengetahuan yang ditempa di universitas-universitas adalah “antidote” atau “penangkal” teknologi yang mendikte masa depan umat manusia.

Berulang-ulang dalam setiap kesempatan, terakhir di Budapest, Hungaria April lalu, Paus menyamakan komunisme dan konsumerisme sebagai “gagasan kebebasan yang salah,” dan memperingatkan bahwa dunia berisiko memiliki ideologi yang membatasi kebebasan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Menurut Paus, teknologi hadir sebagai alat bantu manusia untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Bak pisau bermata dua, berbagai perangkat teknologi seperti tablet dan smartphone tidak hanya memberi dampak positif, tetapi juga membawa efek negatif bagi penggunanya.

Produk teknologi seperti internet, smartphone dan televisi dinilai Paus Fransiskus bisa membuang waktu percuma. Pemimpin besar Katolik dunia itu meminta kaum muda lebih banyak menghabiskan waktu untuk aktivitas produktif ketimbang bermain dengan produk teknologi tersebut.

“Hidup kita terdiri dari waktu, dan waktu adalah karunia dari Tuhan, sehingga sangat penting bahwa hal tersebut dapat digunakan dalam hal yang baik dan berbuah tindakan,” kata Paus.

Paus menyebutkan beberapa contoh aktivitas yang membuang waktu, seperti mengobrol di internet dengan smartphone, menonton opera sabun TV, dan memakai aneka produk kemajuan teknologi lain yang semula untuk menyederhanakan dan meningkatkan kualitas hidup, tetapi mengalihkannya menjadi hal-hal yang tidak penting.

Paus menggambarkan internet sebagai ‘hadiah dari Tuhan’. Akan tetapi, Paus juga memperingatkan bahwa dunia media sosial digital membutuhkan ketenangan, refleksi dan kelembutan.

Back to top button