TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Putin: Indonesia Mitra Utama di Kawasan Asia Pasifik

Dibaca dalam waktu2 Menit, 39 Detik

Jakarta, tinjau.id – Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti semakin luasnya hubungan kerja sama Rusia dan Indonesia, terutama di bidang perdagangan, pertanian, industri, teknologi informasi, dan energi.

Putin menyampaikan hal tersebut saat bertemu Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan bilateral di Vladivostok, Federasi Rusia, Kamis (3/9/2026). Pertemuan berlangsung di sela-sela Forum Ekonomi Timur (Eastern Economic Forum/EEF) ke-11.

Putin menyebut Indonesia sebagai salah satu mitra utama Rusia di Asia Pasifik. Menurutnya, hubungan kedua negara terus berkembang, termasuk dalam sektor perdagangan.

“Indonesia merupakan salah satu mitra utama Rusia di Asia Pasifik. Persahabatan antara kedua negara telah terjalin selama bertahun-tahun. Perdagangan terus berkembang dan tahun lalu nilainya meningkat lebih dari 12 persen. Komisi bersama kedua negara juga terus bekerja. Fokus kami mencakup pertanian, industri galangan kapal, teknologi informasi, dan energi,” kata Putin.

Selain perdagangan, Putin menyinggung perjanjian perdagangan bebas yang telah ditandatangani Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia. Ia menilai kerja sama tersebut dapat semakin memperkuat hubungan ekonomi kedua pihak.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Jakarta merupakan sahabat lama dan mitra terpercaya kami di ASEAN. Kami juga bekerja sama di berbagai forum, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Saya yakin pertemuan hari ini akan bermanfaat dan memberi dorongan baru bagi hubungan kedua negara,” ujarnya.

Putin juga menilai komunikasi langsung dan hubungan personal antara dirinya dengan Prabowo mencerminkan sifat strategis hubungan bilateral Rusia dan Indonesia.

Putin turut mengapresiasi kesediaan Prabowo mengunjungi Vladivostok dan menghadiri EEF ke-11 sebagai tamu kehormatan utama.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih atas kesediaan Bapak Presiden Prabowo berkunjung ke Kota Vladivostok dan ikut serta dalam Forum Ekonomi Timur sebagai tamu kehormatan utama. Kami sangat senang dan gembira menerima kunjungan dari Bapak hari ini. Selamat datang,” ungkap Putin.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dan keramahan pemerintah Rusia selama kunjungannya ke Vladivostok.

“Terima kasih, Yang Mulia, Presiden Putin, Presiden dari Federasi Rusia. Pertama-tama, saya senang sekali berjumpa lagi dengan Yang Mulia. Terima kasih atas sambutan yang hangat dan keramahan yang diberikan kepada saya. Saya merasa sangat terhormat dan gembira dapat mengunjungi Vladivostok,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyampaikan ucapan selamat atas peringatan Hari Nasional Federasi Rusia pada 12 Juni 2026 serta penyelenggaraan KTT Peringatan ASEAN-Rusia ke-35 pada 18 Juni 2026.

Prabowo kemudian meminta maaf karena tidak dapat menghadiri kedua momentum tersebut secara langsung.

“Saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak dapat menghadiri acara penting tersebut karena ada masalah dalam negeri yang tidak bisa saya tinggalkan,” ungkap Prabowo.

Meski tidak dapat hadir pada kedua agenda tersebut, Prabowo menegaskan kunjungannya ke Vladivostok menjadi bentuk penghormatan sekaligus upayanya memenuhi komitmen untuk memperkuat hubungan Indonesia dan Rusia.

“Tapi saya membayar hutang saya dengan hadir di Vladivostok sekarang. Sekali lagi terima kasih,” ucap Prabowo.

EEF ke-11 berlangsung pada 1–4 September 2026 di kampus Far Eastern Federal University, Vladivostok. Roscongress Foundation menyelenggarakan forum tersebut dengan dukungan pemerintah Rusia, sementara TASS menjadi mitra informasi utama.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares. *

Back to top button