Libur Nyepi, 87.000 Tiket Kereta Terjual
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat, 87.000 tiket terjual pada momen libur bersama Hari Raya Nyepi. Keberangkatan penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen tercatat juga mengalami peningkatan.
Jakarta, tinjau.id – Dari 87.000 tiket itu, 36.000 merupakan tiket keberangkatan dari Stasiun Gambir.
“Sisanya 51.000 tiket keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen,” ujar Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa, Kamis (23/3/23).
Eva menyebut, hingga Kamis ini, total terdapat 87.000 tiket yang terjual pada momen libur bersama Hari Raya Nyepi.
Eva memprediksi, angka volume penumpang berangkat masih akan mengalami perubahan. Mengingat penjualan tiket masih berlangsung.
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Sebab pada 21-26 Maret 2023 terdapat 58 hingga 60 KAJJ per hari yang berangkat dari area Daop 1 Jakarta.
Menurutnya, volume tertinggi penumpang berangkat sepanjang momen libur bersama terjadi pada Selasa, 21 Maret 2023, dengan layanan 58 KA yang beroperasi.
Terdata sekitar 26.758 penumpang telah melakukan perjalanan berangkat dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen.
Selanjutnya pada Rabu, 22 Maret 2023, sebanyak 23.816 penumpang yang telah melakukan perjalanan.
Sedangkan pada Kamis (23/3/23), volume penumpang sudah mulai menurun dengan total sekitar 10.500 penumpang dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen untuk berbagai kota tujuan.
Menurut Eva, sejumlah kota tujuan favorit penumpang di antaranya Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Solo, Tegal, Kutoarjo, Surabaya dan Malang.
Sedangkan untuk jarak dekat yakni Cirebon serta Bandung.
Sementara terkait arus balik berdasarkan data Daop 1 Jakarta jumlah penumpang datang di akhir pekan mengalami peningkatan pada Minggu dan Senin (26-27/3/23).
Pada tanggal tersebut sekitar 17.000 pengguna akan tiba di area Daop 1 Jakarta.
“KAI Daop 1 Jakarta juga mengingatkan kembali kepada seluruh pengguna jasa agar memperhatikan aturan vaksin terbaru yang berlaku saat ini. Khususnya perubahan aturan pada usia anak 6 sampai dengan 12 tahun,” pungkasnya.








