TinjauAds
Bisnis

Smelter Bauksit Mempawah Senilai Rp12,5 T Produksi Awal 2025

Dibaca dalam waktu2 Menit, 11 Detik

TINJAU.ID Presiden Joko Widodo telah mengkonfirmasi bahwa pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Phase 1 di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, akan selesai pada pertengahan tahun ini dan akan beroperasi penuh pada awal 2025. SGAR Mempawah adalah bagian dari proyek strategis nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai US$831 juta atau sekitar Rp12,5 triliun.

Proyek ini ditargetkan akan selesai pada Juni 2024 untuk memenuhi kebutuhan alumina di dalam negeri. Saat ini, kebutuhan alumina dalam negeri masih terpenuhi melalui impor. Dengan selesainya proyek ini, diharapkan Indonesia dapat mandiri dalam produksi alumina, yang merupakan bahan baku penting dalam industri aluminium.

Pembangunan SGAR Mempawah menjadi langkah strategis dalam upaya diversifikasi ekonomi Indonesia serta peningkatan nilai tambah dalam sektor pertambangan dan industri. Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam peningkatan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Dengan demikian, SGAR Mempawah tidak hanya akan membantu memenuhi kebutuhan domestik akan alumina, tetapi juga akan memberikan dorongan signifikan terhadap pengembangan industri dalam negeri serta kemandirian ekonomi Indonesia dalam sektor tersebut.

“Jadi kalau SAGR ini jadi, dari sini akan dibawa ke Kuala Tanjung, di sana ada industri aluminium. Dikerjakan di sana, selesai jadi aluminium, sehingga kita tidak impor lagi. Targetnya ini akan selesai bulan Juni 2024. Kemudian full capacity akan pada awal 2025,” ujar Presiden Joko Widodo dalam siaran pers, Rabu (20/3/2024).

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Adapun, Proyek SGAR Phase 1 ini ditargetkan berproduksi mulai kuartal III-2024 dan beroperasi dengan kapasitas penuh pada 2025.

Nantinya, smelter ini memproduksi sekitar 1 juta ton alumina per tahun dengan bahan baku 3,3 juta ton bauksit per tahun.

Sebagian besar produk alumina dari SGAR Phase 1 akan dijadikan bahan baku utama untuk Smelter Aluminium Inalum yang berada di Kuala Tanjung, Sumatra Utara, dengan kapasitas 275.000 ton per tahun.

Perlu diketahui, alumina merupakan bahan utama pembuatan aluminium primer seperti ingot, alloy, billet, bar, keramik, dan produk harian lainnya.

SGAR yang menjadi PSN tersebut akan dioperasikan oleh gabungan dua BUMN, yaitu PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk  (ANTM), serta dijalankan oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), anak usaha Inalum.

“Hasil dari SAGR Mempawah ini disiapkan juga untuk EV baterai. EV baterainya selesai. Nanti tembaganya yang di Gresik dan NTT selesai pada Bulan Mei 2024,” kata Jokowi.

“Jika semua itu jadi dan saling terintegrasi semua komponen di EV semuanya dibuat di dalam negeri. Dari hulu sampai hilir. Body dari alumunium, EV baterainya dari Nikel. Lalu tembaga untuk kabel, dll. Jadi satu terintegrasi. Sehingga efisien, barangnya kompetitif, bisa bersaing dengan yang lain. Goal-nya ke sana.”

Smelter alumina ini akan berimplikasi langsung pada penyerapan tenaga kerja hingga 1.000 orang.

Back to top button