TinjauAds
HeadlineRegula

Harapan Pemberantasan Korupsi Kepada Ketua KPK Baru Setyo Budiyanto

Dibaca dalam waktu2 Menit, 27 Detik

TINJAU, Jakarta – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya memilih lima pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi periode 2024-2029. Keputusan diambil usai DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 nama calon pimpinan KPK yang dikirimkan Presiden Prabowo Subianto.

Pada awalnya, anggota Komisi III melakukan pemungutan suara untuk menetapkan pimpinan KPK dari daftar nama capim yang menuntaskan fit and proper test.

Hasilnya, Petahana Wakil Ketua KPK Johanis Tanak; serta jaksa dan mantan Direktur Penuntutan KPK Fitroh Rohcahyanto mendapat suara penuh dari 48 anggota Komisi III. Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Komisaris Jenderal Setyo Budiyanto berada di posisi ketiga dengan mendapat dukungan dari 46 anggota.

Sedangkan, anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) 2018-2023 Agus Joko Pramono mendapat 39 suara; dan Hakim Ibnu Basuki Widodo mendapat 33 suara.

Mereka berarti mengalahkan lima nama capim lainnya yaitu Kapolda Kalimantan Tengah, Komisaris Jenderal Djoko Poerwanto; anggota BPK DKI Jakarta Michael Rolandi Cesnanta Brata; anggota DKPP 2017-2022 Ida Budhiati; dan anggota Kompolnas 2020-2024, Poengky Indarti.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Setelah itu, Komisi III kembali melakukan pemungutan suara untuk menentukan ketua dari daftar lima pimpinan KPK terpilih.

Hasilnya, Setyo Budiyanto terpilih sebagai ketua meski dalam pemilihan sebelumnya kalah dari Johanis Tanak dan Fitroh Rohcahyanto. Jenderal polisi bintang tiga tersebut mengantongi dukungan dari 45 anggota Komisi III.

Sedangkan, Johanis mendapat dukungan menjadi ketua KPK dari dua anggota; dan Fitroh mendapat satu suara dari anggota Komisi III. Agus Joko dan Ibnu Basuki sama-sama tak mendapatkan suara dalam pemilihan calon Ketua KPK 2024-2029.

Pimpinan Dewas KPK 2024-2029, Benny Mamoto jadi Ketua

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga telah menuntaskan proses pemilihan pimpinan Dewan Pengawasan Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) periode 2024-2029. Mereka menggelar pemungutan suara terhadap 10 nama calon pimpinan Dewas KPK yang menuntaskan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.

“Komisi III DPR RI memilih lima orang calon Dewan Pengawas KPK masa jabatan 2024-2029, yaitu Benny Jozua Mamoto, Chisca Mirawati, Wisnu Baroto, Guz Rizal, dan Sumpeno,” kata Ketua Komisi III Habiburokhman, Kamis (21/11/2024).

Lima nama tersebut terpilih karena mendapatkan suara terbanyak dari anggota Komisi III yang hadir.

Pada posisi pertama, terdapat dua nama yang memperoleh dukungan sama yaitu 46 suara. Keduanya adalah Ketua Harian Kompolnas 2020-2024, Benny Jozua Mamoto; dan anggota Asosiasi Bank Asing, Chisca Mirawati.

Staf Ahli Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Umum (Jampidum), Wisnu Baroto mendapat 43 suara; serta Ketua Pengadilan Tinggi Banjarmasin Gusrizal, dan Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Sumpeno yang sama-sama mendapat 40 suara.

Lima capim Dewas KPK lainnya harus gugur karena kalah perolehan suara yaitu Mirwazi yang mendapat 14 suara, Iskandar MZ dengan delapan suara, Heru Kreshna Reza dengan dua suara, dan Elly Fariani dengan satu suara. Sedangkan, Hamdi Hassyarbaini sama sekali tak mendapat suara dari anggota Komisi III.

Lima nama yang tak terpilih masih berstatus calon pimpinan Dewas KPK. Mereka bisa saja dilantik menjadi pimpinan Dewas KPK periode 2024-2029 jika ada pimpinan terpilih yang mengundurkan diri, diberhentikan, mengalami sakit berat, atau hingga meninggal dunia.

Back to top button