TinjauAds
Pilihan RedaksiPolitik

APBN 2025, Defisit dan Ruang Pemerintah Baru Wujudkan Janji Politik

Dibaca dalam waktu1 Menit, 36 Detik

TINJAU, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan defisit anggaran 2025 sebesar Rp616,2 triliun atau 2,53% dari Produk Domestik Bruto (PDB) dipatok untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan program prioritas, hingga memberikan ruang pemerintahan baru untuk menjalankan janji politiknya.

Hal tersebut disampaikan saat menyampaikan tanggapan pemerintah atas pandangan umum Fraksi DPR RI terhadap RUU RAPBN 2025 di rapat paripurna DPR RI, Selasa (27/8/2024).

“Ini adalah tingkat defisit yang bisa menjaga keseimbangan antara satu keberlanjutan program-program prioritas pemerintah, kedua memberikan ruang bagi pemerintah baru-terpilih untuk melaksanakan program yang sesuai dengan yang dijanjikan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sri Mulyani menyatakan desain defisit anggaran tersebut juga diharapkan tetap menjaga kesinambungan atau sustainabilitas fiskal Indonesia untuk jangka menengah panjang.

Sementara itu, dalam rangka membiayai defisit dan pembiayaan, pengelolaan utang pemerintah diklaim Sri Mulyani akan tetap dijaga dengan hati-hati dengan cara menjaga rasio utang pada batas aman, “Dan relatif rendah dibandingkan negara-negara lain,”.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sri Mulyani menegaskan pemerintah akan terus merancang investasi yang efektif kepada BUMN dan Badan Layanan Umum (BLU) pemerintah. Serta mendorong skema kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) dan memperkuat pengelolaan investasi dan special mission vehicle (SMV).

Beberapa upaya itu, menurut Bendahara Negara, dilakukan untuk meningkatkan pembiayaan pembangunan dan partisipasi masyarakat. Juga untuk meningkatkan akses UMKM dan masyarakat berpendapatan rendah terhadap permodalan.

“Pemerintah menghargai fraksi PDIP, Golkar, Nasdem, PKB, Demokrat, PKS, PAN, dan PPP yang terus menyampaikan peringatan kepada pemeirntah agar mengelola keseimbangna primer dan defisit apbn secara baik dan berkelanjutan,” kata Sri Mulyani.

Sebagai informasi, target defisit dalam RAPBN 2025 lebih besar dari target tahun ini yang sebesar 2,29% PDB. Keseimbangan primer juga diperkirakan defisit Rp 63,3 triliun. Lebih dalam ketimbang 2024 yang diperkirakan minus Rp 25,5 triliun.

Selain itu, pembiayaan utang pada tahun 2025 dipatok sebesar Rp775,9 triliun. Besaran tersebut tercatat naik Rp222,8 triliun atau 40,27% jika dibandingkan dengan outlook pembiayaan utang sepanjang 2024 sebesar Rp553,1 triliun.

Back to top button