TinjauAds
HeadlinePolitik

Pimpinan DPR Ramai-ramai Kritik Balik Kontras Soal Intimidasi RUU TNI

Dibaca dalam waktu1 Menit, 36 Detik

TINJAU, Jakarta – Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) kompak menuding balik para aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang melakukan aksi protes saat rapat pembahasan revisi Undang-undang nomor 34 tahun 2004 atau RUU TNI di Hotel Fairmont, Sabtu (15/03/2025).

Ketua DPR Puan Maharani menyoal aktivis Kontras, Andrie Yunus bersama dua anggota koalisi masyarakat sipil lainnya yang menerobos masuk Ruang Ruby 1 dan Ruby 2, Fairmont Hotel — lokasi rapat panitia kerja (Panja) RUU TNI. Politikus PDIP tersebut menilai wajar ketiganya kemudian diusir dan dipaksa keluar oleh petugas keamanan hotel.

“Ada yang menggeruduk atau masuk tanpa izin. Jadi memang apa pun kemudian kalau dalam suatu acara apa pun itu kemudian masuk tanpa izin ya kan tidak diperbolehkan,” ujar Puan di Kompleks DPR, Senin (17/03/2025).

“Tidak patut untuk dilakukan itu masuk ke dalam rumah yang bukan rumah nya.”

Demikian pula Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad yang menilai tak ada alasan masyarakat melakukan intervensi secara berlebihan terhadap pembahasan RUU TNI. Politikus Partai Gerindra itu pun memastikan beleid baru tersebut tak akan membangkitkan kembali dwifungsi TNI. Dia justru menilai, revisi tersebut sekadar penguatan internal TNI terhadap sejumlah isu yang sudah berlangsung selama ini.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Dan pasal-pasal ini kalau dilihat hanya untuk penguatan internal kedalam dan lebih masukan yang sudah ada ke dalam undang-undang supaya tidak ada pelanggaran undang-undang,” kata Dasco.

Soal intimidasi, ujar dia, Kontras lebih baik melaporkan sejumlah intimidasi yang diterimanya kepada aparat penegak hukum. Dia menilai, DPR tak mengetahui identitas pribadi atau pun kelompok yang mengintervensi aktivis dan kantor Kontras.

“Saya belum bisa komentar karena kita juga tidak tahu apakah itu dari mana dan kalau memang merasa terganggu laporkan saja ke pihak yang penegak hukum,” kata Dasco.

Dalam kaitan itu, Dasco mengklaim memonitor penolakan masyarakat terkait RUU TNI yang digaungkan di media sosial. Oleh karena itu, Dasco melakukan konferensi pers kepada awak media pada hari ini untuk menjelaskan isi RUU TNI.

Back to top button