TinjauAds
HeadlinePolitik

Ini Kesepakatan Prabowo dan PM Australia Anthony Albanese

Dibaca dalam waktu1 Menit, 47 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto membeberkan sejumlah kerja sama yang disepakati Indonesia dan Australia, usai bertemu dengan Anthony Albanese yang kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Australia.

Menurut dia, Indonesia dan Australia sepakat untuk meneruskan sejumlah kesepakatan yang telah diteken oleh kedua negara dalam berbagai bidang. Pertama, pemerintah akan memfinalisasi rencana kemitraan strategis periode 2025-2029 dengan Australia, yang akan mensinergikan program prioritas pemerintah dengan strategi ekonomi Australia di Asia Tenggara pada 2040.

“Australia bukan hanya tetangga tapi mitra strategis indonesia, dengan adanya kemitraan strategis komprehensif, berbagai kesepakatan bilateral berbagai sektor telah kita capai dan hubungan antar masyarakat semakin baik,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Kamis (15/5/2025).

Kedua, Prabowo mengungkapkan kerja sama di bidang pertahanan dengan Australia yakni pemerintah berkomitmen menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian kerja sama yang telah disepakati pada tahun lalu.

“Kita akan membahas terus kemungkinan-kemungkinan untuk memperbaiki dan meningkatkan kerja sama di bidang pertahanan ini,” ucap Prabowo.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Ketiga, di bidang ekonomi, Prabowo menyatakan Indonesia akan memperkuat kerja sama ekonomi khususnya dalam meningkatkan perdagangan dan investasi. Prabowo juga mengundang Australia untuk berpartisipasi lebih dalam ekonomi Indonesia, utamanya di tengah ketidakpastian ekonomi global yang tengah terjadi.

“Dalam kondisi ketidakpastian ekonomi global, hubungan antara kita Australi-Indonesia semakin penting dan akan semakin membawa manfaat bagi kedua negara kita dan kedua rakyat kita,” kata Prabowo.

Keempat, Prabowo menegaskan Indonesia dan Australia sepakat meningkatkan kapasitas petani dan UMKM dalam negeri. Indonesia akan berusaha memastikan produk buah-buahan, perikanan yang diekspor telah memenuhi standar pasar internasional, termasuk standar Australia.

Dalam kaitan itu, Prabowo menyatakan pihaknya juga membahas peluang kerja sama di bidang ketahanan pangan dalam transisi energi dan mineral kritis dengan Australia. Terkait itu, pengembangan ekosistem kendaraan listrik juga disinggung oleh kedua belah negara.

Kelima, Prabowo menyampaikan bahwa Australia berkomitmen memberikan kemudahaan dalam pengajuan visa bisnis maupun visa belajar bagi masyarakat Indonesia yang ingin berkunjung ke Australia.

Terakhir, Prabowo menegaskan Australia mendukung Indonesia menjadi anggota dari Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

“Terima kasih Australia mendukung indonesia lebih berpartisipasi kerja sama antara kawasan pasifik selatan, dan dukungan ini sangat besar artinya utk politik luar negeri Indonesia,” ujar Prabowo.

Back to top button