
TINJAU, Jakarta – Publik Indonesia tahu betul bahwa dua politisi, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, telah setia mendukung Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014. Kedua tokoh ini dikenal karena selalu mengkritik pemerintahan yang terbentuk setelah Prabowo kalah dalam dua kali Pilpres. Kritik Fahri dan Fadli mereda ketika Prabowo Subianto masuk ke dalam pemerintahan Jokowi pada tahun 2020.
Setelah Pilpres 2024, Prabowo Subianto menang dan dalam empat hari ke depan akan dilantik menjadi Presiden RI. Nama Fadli Zon dan Fahri Hamzah menjadi dua dari sejumlah tokoh yang dipanggil ke kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan.
Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menjadi salah satu elite Partai Gelora yang hadir di Kertanegara.
Fahri tidak menjawab dengan gamblang mengenai posisi yang akan diberikan oleh Prabowo.
“Nanti Prabowo yang akan mengumumkan,” kata Fahri di Kertanegara, Selasa (15/10/2024).
Dia menyatakan hanya akan membantu Prabowo menangani berbagai masalah di Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan masyarakat kelas bawah.
Sehari sebelumnya, politisi Partai Gerindra, Fadli Zon, juga mengunjungi kediaman Presiden terpilih Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan. Fadli mengonfirmasi bahwa ia diminta untuk menjadi bagian dari pemerintahan Prabowo-Gibran.
“Saya diminta oleh beliau untuk membantu. Nanti kita lihat pada tanggal 20 (Oktober),” kata Fadli Zon, Senin (14/10/2024).
Ia memberikan sedikit bocoran terkait kementerian yang mungkin akan ditugaskan. Fadli menyebut bahwa selama ini ia memiliki minat besar dalam isu kebudayaan.
“Sejak dulu, passion saya memang mengurusi berbagai macam warisan budaya dan lain-lain. Ya, kita lihat nanti, banyak hal terkait kebudayaan,” ujarnya.
Fadli juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuannya dengan Prabowo, salah satu pesan utama adalah pentingnya mengembalikan dan memperkuat kebudayaan Indonesia yang beragam.
“Kita harus ‘reinventing Indonesia identity,’ itu. Saya kira penting bagaimana kita menemukan kembali identitas Indonesia, karena kita ini bangsa yang memiliki megadiversity. Kita bisa menjadi ibu kota budaya dunia. Jadi, kekayaan budaya kita adalah national treasure kita,” ungkapnya.









