Komentar Bahlil Soal Jatah Menteri Golkar dari Prabowo

TINJAU, Jakarta – Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengaku sudah membahas tentang pembentukan kabinet pemerintahan dari Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto. Menurut dia, partai berlambang pohon beringin tersebut sudah memberikan sejumlah pertimbangan.
Selain isu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut tak menampik adanya pembagian jatah kursi jabatan dari Prabowo.
“Ya, ada deh. Saya memang pernah berdiskusi dalam berbagai topik ya dan saya pikir tunggu tanggal mainnya,” kata Bahlil di Kompleks DPR, Kamis (12/9/2024).
Dia mengklaim, penyusunan kabinet adalah hak prerogatif ketua umum Partai Gerindra yang terpilih menjadi presiden. Meski sebagai partai koalisi, menurut dia, Koalisi Indonesia Maju (KIM) tak mau melampaui kewenangan.
Hal ini termasuk cawe-cawe dalam penentuan jumlah dan nama menteri dalam pemerintahan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka. Kabarnya, pemerintahan mendatang setidaknya akan memiliki 44 kementerian; atau 10 kementerian lebih banyak dari saat ini.
“Serahkan semuanya kepada pak presiden terpilih pak Prabowo,” kata Bahlil.
“Mau berapa jumlahnya kita liat saja, dan saya yakinkan bahwa pasti pak Prabowo akan mempertimbangkan secara matang dan akan sesuai dengan peraturan peundang-undangan.”
Prabowo memang berniat untuk membentuk koalisi gemuk pada pemerintahan mendatang. Hal ini berarti akan menggandeng hampir seluruh partai politik.









