TinjauAds
HeadlinePolitik

Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Keponakan Prabowo Mundur dari DPR

Dibaca dalam waktu1 Menit, 48 Detik

TINJAU, Jakarta – Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyatakan mengundurkan diri dari DPR RI. Setelah pernyataannya di sebuah podcast yang ditayangkan di YouTube sekitar enam bulan lalu viral karena dinilai merendahkan pelaku UMKM.

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI tersebut memberikan klarifikasi sekaligus mengumumkan pengunduran dirinya itu melalui video yang ia unggah di akun Instagram resminya, Rabu (10/9/2025).

“Dengan ini, saya menyatakan pengunduran diri saya sebagai anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra. Saya berharap masih dapat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan satu tugas terakhir, yaitu pembahasan dan pengesahan RUU Keparwisataan, produk legislasi kami di Komisi VII,” tuturnya.

Dia mengaku bersalah dan meminta maaf karena kata-katanya telah menyakiti banyak pihak, walaupun ia berniat mendorong entrepreneurship, terutama di zaman transformasi digital yang bisa membuka peluang seluas-luasnya di dunia ekonomi kreatif.

“Saya paham bahwa kata-kata saya telah menyakiti banyak pihak, terutama yang saat ini masih berjuang untuk menghidupi keluarganya, bahkan untuk masih bisa bertahan hidup. Kesalahan sepenuhnya ada di saya. Oleh sebab itu, melalui pesan ini, saya ucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan dan kesalahan saya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Keponakan Presiden Prabowo ini menjelaskan bahwa ia tak bermaksud meremehkan, bahkan merendahkan bisnis yang dijalankan masyarakat, terutama anak-anak muda yang ingin berbisnis tetapi terhalang berbagai kendala.

“Podcast itu adalah on the record di antara TV Indonesia dan berjudul Rahayu Saraswati kupas isu perempuan hingga kolaborasi ekonomi kreatif. Cukup panjang sebenarnya. Dua menit lebih yang dijadikan beberapa kalimat oleh pihak-pihak yang ingin menyulutkan api amarah masyarakat. Tidak ada maksud maupun tujuan saya sama sekali untuk meremehkan bahkan merendahkan upaya dan usaha yang dilakukan masyarakat,” jelas Rahayu.

Dia mengaku pernah merintis EO, lalu menjadi pengusaha dengan ratusan karyawan, dan kini menjadi advisor bagi berbagai startup yang sedang dirintis anak-anak muda Indonesia. Sehingga, ia pun memahami jatuh bangunnya menjadi pengusaha.

“Saya paham betul bahwa memulai usaha tidaklah mudah. Namun, saya menyadari bahwa saya memiliki privilege yang sangat besar dan keluarga, termasuk suami yang mendukung saya berusaha,” bebernya.

“Dengan sisa dana yang masih ada di rekening khusus untuk Dapil, saya akan terus memberikan bantuan alat kesehatan, pelatihan-pelatihan kewirausahaan, dan sebisanya mendukung pemberdayaan anak-anak muda di Dapil saya sampai dana tersebut habis.”

Back to top button