TinjauAds
Pilihan RedaksiPolitik

Didemo, Bahlil Cepat-cepat Sambangi Tambang Nikel Pulau GAG Raja Ampat

Dibaca dalam waktu2 Menit, 20 Detik

TINJAU, Jakarta – Setelah disambut demo para aktivis di Bandara Udara Deo Sorong, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyambangi tambang nikel PT GAG di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat, pada Sabtu (7/6/2025).

Dalam kunjungannya, bertujuan melihat situasi operasi tambang dan menindaklanjuti keresahan publik atas dampak pertambangan terhadap kawasan wisata di Raja Ampat.

“Saya itu datang ke sini untuk mengecek langsung aja kepada seluruh masyarakat, dan teman-teman kan sudah lihat dan saya juga melihat secara objektif apa sebenarnya yang terjadi dan hasilnya nanti dicek oleh tim saya (inspektur tambang),” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (07/06).

Wilayah Tambang Tak Ditemukan Masalah

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, menyampaikan bahwa bahwa tidak ditemukan masalah di wilayah tambang.

“Kita lihat juga dari atas tadi bahwa sedimentasi di area pesisir juga tidak ada. Jadi overall ini sebetulnya tambang ini nggak ada masalah,” tutur Tri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Meski demikian, Tri sudah menurunkan tim Inspektur Tambang, untuk melakukan inspeksi di beberapa Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) di Raja Ampat dan mengevaluasi secara menyeluruh untuk selanjutnya memberikan rekomendasi kepada Menteri ESDM untuk melakukan eksekusi keputusannya.

“Kalau secara overall, reklamasi di sini cukup bagus juga tapi nanti kita tetap reportnya dari Inspektur Tambang nanti seperti apa, terus kemudian nanti kita hasil dari evaluasi yang kita lakukan dari laporan Inspektur Tambang kemudian kita eksekusi untuk seperti apa nanti,” tandasnya.

PT Antam Klaim PT. GAG Nikel Jalani Kaidah Pertambangan dengan Baik

Direktur Pengembangan Usaha PT. Aneka Tambang (Antam), I Dewa Wirantaya mengatakan bahwa PT. GAG Nikel, sebagai anak perusahaan PT. Antam, wajib menjalankan kaidah pertambangan yang baik (good mining practice), dengan menaati prosedur teknis, lingkungan, dan peraturan-peraturan yang berlaku terhadap pengelolaan area pertambangan di Pulau Gag.

“Seperti kita saksikan bersama, semua stakeholder bisa melihat di sini kita melakukan ketaatan reklamasi, penahan terhadap air limpahan tambang dan sebagainya. Tentunya harapan kita, kehadiran PT GAG Nikel di sini bisa memberikan nilai tambah, selain sebagai entitas bisnis, sebagai BUMN, kita juga sebagai agent of development memberikan nilai tambah bagi stakeholder, terutama masyarakat yang ada di Pulau Gag ini,” jelasnya.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia disambut protes dan pembentangan spanduk yang bertuliskan Safe Raja Ampat oleh sejumlah aktivis di Bandara Udara Deo Sorong, pagi ini Sabtu (7/6).

“Hei orang tua, kemari bukan kayak gini, tunjukkan muka,” ungkao salah satu aktivis yang protes dikutip dalam laporan di akun Youtube Kompas TV, Sabtu (7/6/2025).

Suasana di sana juga menimbulkan aksi dorong dan adu mulut dengan petugas ketika aktivis berusaha masuk ke bandara.

Dalam aksi protesnya, mereka meminta kepada Menteri ESDM tak hanya mengunjungi Pulau GAG tapi juga pulau lainnya yang tengah membuka operasional pertama nikel.

Selain itu mereka juga meminta aktivitas nikel di Raja Ampat benar-benar dihentikan secara permanen karena merusak pariwisata lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Back to top button