TinjauAds
HeadlineLintas Batas

Pesan Paskah Paus Fransiskus: Mari Rangkul Korban Perang di Gaza

Dibaca dalam waktu3 Menit, 28 Detik

Jakarta – Pada Rabu, (27/3/2024), Paus Fransiskus mengirimkan pesan khusus kepada seluruh umat Katolik yang tinggal di Tanah Suci menjelang perayaan Paskah. Tanah Suci, sebuah wilayah yang secara geografis mencakup Palestina yang diduduki oleh Israel, Lebanon, bagian barat Yordania, dan bagian barat daya Suriah, menjadi pusat spiritual bagi banyak umat agama, termasuk umat Katolik.

Dalam pesannya, Paus Fransiskus mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi umat Katolik di Tanah Suci yang masih merasakan kesengsaraan dan memiliki sedikit pengharapan, terutama menjelang perayaan Paskah yang jatuh pada 31 Maret 2024. Paus mengacu pada kisah kesengsaraan Yesus Kristus yang terdapat dalam Injil sebagai cerminan dari situasi yang dihadapi umat Katolik di Tanah Suci saat ini.

Perayaan Paskah dalam tradisi Kristen memiliki makna yang sangat mendalam, yaitu kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Namun, bagi umat Katolik di Tanah Suci, perayaan ini seringkali dihadapkan dengan realitas penderitaan dan ketidakpastian akibat konflik yang berkepanjangan di wilayah tersebut.

Meskipun demikian, Paus Fransiskus tetap menyampaikan pesan penghiburan dan dukungan kepada umat Katolik di Tanah Suci. Beliau mungkin mengajak mereka untuk tetap mempertahankan iman dan harapan, serta untuk merenungkan makna sejati dari penderitaan dan kebangkitan Kristus dalam konteks situasi mereka yang sulit.

Pesan tersebut juga dapat dianggap sebagai panggilan kepada seluruh umat Katolik di seluruh dunia untuk berdiri bersama dan memberikan dukungan moral kepada saudara-saudara mereka di Tanah Suci. Solidaritas dan doa merupakan dua hal yang sangat penting dalam mengatasi kesulitan dan menciptakan perdamaian di wilayah yang terus menderita akibat konflik bersenjata.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Sebagai pemimpin spiritual umat Katolik, Paus Fransiskus menunjukkan kepeduliannya terhadap situasi umat Katolik di Tanah Suci dan berkomitmen untuk terus mendoakan mereka serta memberikan dukungan moral sebisa mungkin. Semoga pesan beliau dapat membawa penghiburan dan harapan bagi mereka yang merasakan kesulitan di tengah situasi yang sulit di Tanah Suci.

“Saya merangkul Anda semua, dalam berbagai ritus Anda, umat Katolik terkasih yang tinggal di seluruh Tanah Suci. Secara khusus, saya merangkul mereka yang paling terkena dampak tragedi perang yang tidak masuk akal ini: anak-anak yang masa depannya dirampas, mereka yang berduka dan kesakitan, dan semua yang menjadi mangsa kesedihan dan kekecewaan,” tulis Paus, seperti dirilis oleh kantor berita Vatikan.

Surat dari Paus datang ketika Israel masih membombardir wilayah Gaza di Palestina sejak 7 Oktober 2023, yang menewaskan 32.490 orang dan membuat 74.889 lainnya luka-luka. Serangan Israel dilakukan setelah kelompok Hamas menyerbu wilayah Israel selatan, menewaskan 1.139 orang dan menyandera ratusan warga.

Lebih dari setengah populasi Palestina terpaksa menjadi pengungsi internal, dengan sekitar 1,2 juta orang berlindung di Rafah yang berbatasan dengan Mesir. Pada 25 Maret 2024, Dewan Keamanan PBB mengadopsi resolusi yang menuntut gencatan senjata segera di Gaza selama bulan suci Ramadan. Negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB menyerukan peningkatan aliran bantuan kemanusiaan, memastikan akses kemanusiaan dan pembebasan segera dan tanpa syarat semua sandera Israel di Gaza.

Meski resolusi tersebut telah diadopsi, pasukan Israel masih melanjutkan operasi militernya di Gaza. Badan bantuan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan serangan intens khususnya terjadi di daerah Al Rimal dekat Rumah Sakit Al Shifa di kota Gaza, Khan Younis pusat, dan sekitar rumah sakit Al Amal dan Nasser di Khan Younis. 

UNRWA mengatakan serangan sengit itu mengakibatkan lebih banyak jatuhnya korban warga sipil, warga yang mengungsi, dan kehancuran rumah serta infrastruktur sipil lainnya. Sedangkan UNICEF mengonfirmasi 13.750 anak-anak di Gaza kini telah terbunuh, dengan beberapa dari mereka tewas dalam hitungan jam setelah resolusi Dewan Keamanan PBB disahkan.

Paus Fransiskus yang lahir dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio itu, dalam suratnya mengenang perjalanan ziarahnya ke Tanah Suci 10 tahun silam. Ia kemudian mengulangi kata-kata dari Santo Paulus VI bahwa ketegangan yang terus berlanjut di Timur Tengah, dan tidak adanya kemajuan konkret menuju perdamaian merupakan ancaman bukan hanya bagi kawasan, tetapi sebagian besar umat manusia.

“Saudara dan saudari yang terkasih, izinkan saya memberi tahu Anda sekali lagi bahwa Anda tidak sendirian; kami tidak akan pernah meninggalkan Anda sendirian, namun kami akan menunjukkan solidaritas kami dengan Anda melalui doa dan amal praktis,” katanya.

“Saya tahu bahwa para uskup, imam, dan religius Anda selalu berada di sisi Anda. Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada mereka atas semua yang telah mereka lakukan dan atas semua yang terus mereka lakukan.”

Back to top button