Riak Teror Ancam Presiden Terpilih AS Donald Trum dan Para Calon Menteri

TINJAU, Jakarta – Sejumlah calon menteri dan pejabat yang dunominasikan Donald Trump mendapat ancaman bom. Tim transisi presiden terpilih Amerika Serikat (AS) itu menyampaikan mereka dalam keadaan aman dan kasus ini sedang dalam penyelidikan.
Anggota Kongres dari Partai Republik Elise Stefanik dicalonkan oleh Trump menjadi duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pada Rabu (27/11/2024) Stefanik menceritakan, ia bersama suami dan putranya menerima ancaman serangan bom ke rumah mereka di negara bagian New York.
Mantan anggota kongres Partai Republik Lee Zeldin yang juga dipilih Trump mengatakan dirinya dan keluarganya juga menjadi sasaran ancaman bom. Ia dinominasikan untuk mengepalai Badan Perlindungan Lingkungan.
“Seseorang mengancam akan menggunakan bom pipa terhadap keluarga saya, dan mereka juga menyertakan pesan bertema pro-Palestina. Tidak ada seorang pun di rumah saat itu dan kami semua aman. Kami bekerja sama dengan lembaga penegak hukum untuk mendapatkan solusi yang lebih baik,” tulis Zeldin di jejaring sosial X, seperti dikutip Associated Press pada Kamis (28/11/2024).
Di negara bagian Florida, Kantor Sheriff Okaloosa County melaporkan rumah anggota keluarga mantan anggota Kongres Partai Republik Matt Gaetz juga menerima ancaman bom.
Gaetz, yang dipilih Trump untuk menjadi jaksa agung, menarik diri dari pencalonan pada 21 November 2024 setelah menghadapi tentangan dari Partai Republik di Senat terkait tuduhan kasus prostitusi.
Brooke Rollins, calon menteri pertanian kabinet Trump, mengunggah di media sosial soal keluarganya yang juga menerima ancaman bom. Ia mengaku, mereka kini aman.
Kandidat menteri tenaga kerja Lori Chavez-DeRemer juga berbagi di X. Ia bercerita telah menerima ancaman bom dari seseorang yang mengaku akan meledakkan bom pipa di rumahnya di Oregon pada 26 November 2024 malam.
“Kekerasan seperti ini tidak hanya merugikan sasarannya, tapi juga merugikan seluruh komunitas,” kata Chavez-DeRemer.
Scott Turner, calon menteri perumahan dan pembangunan perkotaan, dan calon direktur CIA John Ratcliffe menghadapi ancaman serupa.
Karoline Leavitt, juru bicara Presiden terpilih Trump, mengatakan penegakan hukum bertindak cepat untuk menjamin keselamatan mereka yang menjadi sasaran ancaman bom.
Juru bicara FBI mengonfirmasi pihaknya telah mengetahui kejadian tersebut dan bekerja sama dengan lembaga penegak hukum.
“Kami menanggapi semua potensi ancaman bom dengan serius dan seperti biasa, FBI mendorong masyarakat untuk segera melaporkan apa pun yang mereka yakini mencurigakan kepada penegak hukum,” jelas juru bicara FBI.









