TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Bilang Amerika Serikat Nyaris Bangkrut, Elon Musk Diminta Trump Atasi Pemangkasan Anggaran Jika Terpilih

Dibaca dalam waktu1 Menit, 47 Detik

TINJAU, Jakarta – Elon Musk menyatakan keyakinannya bahwa ia dapat memangkas setidaknya US$2 triliun (setara Rp31.390 triliun) dari anggaran federal. Ia menyampaikan visi untuk pengurangan besar-besaran dalam belanja pemerintah jika Donald Trump kembali terpilih sebagai presiden.

“Uang Anda terbuang sia-sia,” kata Musk pada Minggu (27/10/2024) di hadapan para pendukung Trump di Madison Square Garden, New York. “Kami akan menyingkirkan pemerintah dari punggung Anda dan dari dompet Anda.”

Trump menegaskan akan meminta Musk, orang terkaya di dunia sekaligus donor utama bagi kampanye Partai Republik, untuk memimpin upaya pemangkasan anggaran, yang disebut Departemen Efisiensi Pemerintah atau DOGE, sebagai referensi pada mata uang kripto yang digemari Musk.

Namun, para kritikus menyatakan bahwa posisi ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan bagi Musk. Perusahaan-perusahaan yang dipimpinnya, seperti Tesla Inc dan SpaceX, memiliki kontrak federal bernilai miliaran dolar dan telah diuntungkan dari belanja pemerintah, termasuk kredit pajak kendaraan listrik dan investasi infrastruktur.

Target pemotongan US$2 triliun yang diusulkan Musk mewakili hampir sepertiga dari total belanja federal. Pada tahun fiskal 2024, pemerintah federal menghabiskan US$6,75 triliun, menurut data Departemen Keuangan.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Dalam acara tersebut, Howard Lutnick dari Cantor Fitzgerald LP bertanya kepada Musk berapa banyak yang bisa “dipangkas” dari anggaran di bawah Presiden Joe Biden dan lawannya, Wakil Presiden Kamala Harris. Musk menjawab, “Saya pikir kita bisa memangkas setidaknya US$2 triliun, ya.”

Di jalur kampanye, Trump telah berbicara mengenai rencana pengurangan utang federal, tetapi belum memberikan rincian program yang akan dikurangi. Sebaliknya, ia berjanji akan memberikan pemotongan pajak signifikan bagi kelompok pemilih kunci, yang menurut para ekonom justru akan meningkatkan defisit.

Musk telah menyumbangkan setidaknya US$132 juta untuk mendukung Trump dan kandidat Partai Republik lainnya dalam pemilu 2024, menurut laporan federal. Kontribusinya menempatkan Musk di antara donor politik paling berpengaruh di siklus pemilu ini, menjadikannya salah satu kontributor terbesar.

Sumbangan ini juga menggarisbawahi bagaimana Musk, yang kerap mengkritik regulasi pemerintah, memperluas pengaruh politiknya hingga mencakup calon presiden dan anggota Kongres.

Dalam kampanye 2024, Musk mengambil peran yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi seorang donatur politik. Selain sumbangannya, ia juga tampil di panggung bersama Trump dan mengadakan rapat umum kampanye sendiri, bahkan tanpa kehadiran mantan presiden tersebut.

Back to top button