TinjauAds
Lintas Batas

Kardinal Marengo, Rumor Calon Paus Seperti Yohanes Paulus II

Dibaca dalam waktu1 Menit, 55 Detik

Kardinal Marengo (48), kelahiran tahun 1974. Baru 22 tahun menjadi imam, sudah menjadi Kardinal Gereja Katolik. Kardinal memang tidak bisa dipandang sebagai karier duniawi. Butuh keutamaan khusus bagi yang ditunjuk untuk itu. Biasanya juga diukur dari sisi umur karena pengalaman.

Vatikan, tinjau.id Giorgio Marengo, belajar Ilmu Misi atau Misiologi dari Universitas Kepausan Urbaniana, Roma. Seperti halnya pemimpin Gereja Katolik lainnya, belajar tinggi memang dilakukan. Namun, yang spesial dari Marengo ialah karena setelah menjadi Pastor muda, ia langsung dikirim sebagai misionaris ke Mongolia.

Mongolia tentu tanah yang sama sekali berbeda dari Italia, negara tempat ia lahir.

Setelah belasan tahun menjadi Pastor di sana, Paus Fransiskus menunjuknya sebagai Prefek Apostolik Ulaanbaatar. Prefek Apostolik itu merupakan wilayah Gereja seperti halnya Keuskupan. Di Indonesia, umat Katolik mengenal keuskupan-keuskupan yang dikepala seorang Uskup. Bedanya, Ulaanbaatar misalnya tidak seperti Jakarta, yang umat Katoliknya ratusan ribu. Wilayah Gereja di Mongolia ini hanya memiliki umat tidak hampir seribu jiwa.

Data menunjukkan, umat Katolik di sini hanya 919 jiwa dengan persentase di bawah 1% dari populasi.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Marengo ditunjuk menjadi Kardinal pada tahun 2022. Setiap Kardinal seharusnya memiliki suara untuk memilih Paus tetapi juga dapat dipilih menjadi Paus.

Marengo dalam kapasitasnya sebagai misionaris di Mongolia dan akhirnya menjadi Kepala Gereja Katolik di Mongolia mengutamakan dialog dengan Buddhisme.

Enam hari lalu, dalam kapasitasnya sebagai Kardinal, diberikan gelar Kardinal Imam Santo Yudas Tadeus. Gelar ini bersamaan dengan ditunjuknya Basilika Minor atau Basilika Kecil Santo Yudas Tadeus di Italia sebagai kedudukan kehormatan sang Kardinal.

Pada waktu ditunjuk sebagai Kardinal setahun lalu, Marengo membangkitkan memori publik dunia akan sosok Karol Wojtyla asal Polandia yang populer dikenal sebagai Paus Yohanes Paulus II. Wojtyla terpilih menjadi Kardinal pada usia 47 tahun, sama dengan usia Marengo ketika ditunjuk.

Ketika perkembangan Gereja Katolik semakin bergeser ke Asia, rumor mengenai seorang Paus muda yang enerjik muncul karena penunjukkan Marengo ini.

Rumor ini sesungguhnya sebuah harapan.

“Ya kita pernah punya Paus Yohanes Paulus yang sangat muda. Marengo bisa jadi yang utama jika Tuhan berkehendak setelah akhirnya Paus Fransiskus tidak lagi sebagai Paus,” ungkap Jean Jokaxvbrook, seorang umat Katolik yang sedang berziarah di Vatikan.

Rumor tetaplah rumor. Paus Fransiskus masih terus berkarya, tetapi Gereja Katolik dalam harapan tak pernah putus, karena memiliki Kardinal muda. Bukan tidak mungkin dalam tahun-tahun ke depan Paus Fransiskus terus akan melihat kemungkinan penunjukkan Kardinal muda lainnya.

Back to top button