TinjauAds
Lintas Batas

Perhatian! Perang di Gaza Terus Ada, Meski DK PBB Serukan Gencatan Senjata

Dibaca dalam waktu1 Menit, 41 Detik

TINJAU.ID Jalur Gaza bagian selatan terus mengalami serangan keras dari militer Israel pada Rabu (27/3) waktu setempat, meskipun ada tekanan internasional dari Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera mencapai gencatan senjata di wilayah Palestina tersebut.

Dilaporkan oleh AFP dan Al Arabiya pada Kamis (28/3/2024), langit malam di kota Rafah, yang terletak di selatan Jalur Gaza, diterangi oleh bola api karena serangan tersebut. Rafah merupakan pusat kota terakhir di Gaza yang belum diserang oleh pasukan darat Israel. Saat ini, sekitar 1,5 juta orang berada di wilayah tersebut.

Suara ledakan juga terdengar dan asap terlihat membubung di Kota Gaza di utara, tempat pasukan Israel menyerang rumah sakit terbesar di kota itu selama lebih dari seminggu.

Kementerian Kesehatan Hamas di Gaza mengatakan pada Rabu pagi waktu setempat bahwa 66 orang tewas dalam semalam, termasuk tiga orang yang tewas dalam serangan udara Israel di Rafah dan sekitarnya.

Pertempuran terus berlanjut bahkan setelah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi pertamanya yang menyerukan “gencatan senjata segera” dan mendesak pembebasan sekitar 130 sandera, yang menurut Israel masih berada di Gaza, termasuk 34 tawanan yang diperkirakan tewas.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Pasukan Israel juga mengepung dua rumah sakit di Khan Younis, di mana Kementerian Kesehatan mengatakan 12 orang, termasuk beberapa anak-anak, tewas dalam serangan Israel terhadap sebuah kamp pengungsi.

Organisasi Bulan Sabit Merah Palestina telah memperingatkan bahwa ribuan orang terjebak di rumah sakit Nasser di Khan Younis dan “nyawa mereka dalam bahaya”.

Perang Israel telah menghancurkan infrastruktur Gaza. Lembaga-lembaga bantuan mengatakan seluruh penduduk Gaza yang berjumlah 2,4 juta jiwa kini membutuhkan bantuan kemanusiaan.
Badan dana anak-anak PBB, UNICEF, mengatakan lebih banyak bantuan harus disalurkan ke Gaza melalui jalan darat dibandingkan melalui udara atau laut untuk mencegah “kelaparan yang akan segera terjadi”.

Juru bicara UNICEF James Elder mengatakan bantuan yang diperlukan “hanya berjarak beberapa kilometer” dengan truk-truk berisi bantuan yang menunggu di perbatasan selatan Gaza dengan Mesir.

Bombardir terus-menerus Israel telah menewaskan sedikitnya 32.414 orang di Gaza, kebanyakan dari mereka adalah wanita dan anak-anak, menurut Kementerian Kesehatan Hamas.

Back to top button