TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Menlu Sugiono Isyaratkan Indonesia Positif Gabung BRICS

Dibaca dalam waktu1 Menit, 17 Detik

TINJAU, Kazan- Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menyampaikan keinginan Indonesia untuk bergabung menjadi anggota BRICS dalam pertemuan KTT BRICS Plus di Kazan, Rusia, Kamis (24/10/2024). Menyusul pengumuman tersebut, proses Indonesia untuk bergabung menjadi anggota BRICS telah dimulai.

BRICS adalah kelompok informal yang awalnya beranggotakan Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan. Kelompok ini pertama kali diinisiasi pada 2006 untuk membahas isu-isu terkini global. Keanggotaannya meluas pada 2023 dengan bergabungnya Ethiopia, Iran, Mesir, dan Uni Emirat Arab.

“Bergabungnya Indonesia ke BRICS merupakan pengejawantahan politik luar negeri bebas aktif. Bukan berarti kita ikut kubu tertentu, melainkan kita berpartisipasi aktif di semua forum,” ujar Menlu Sugiono melalui keterangan persnya, dikutip Jumat (25/10/2024).

Menurut Sugiono, program kerja BRICS memiliki keselarasan dengan program prioritas Kabinet Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

“Kita juga melihat prioritas BRICS selaras dengan program kerja Kabinet Merah Putih, antara lain terkait ketahanan pangan dan energi, pemberantasan kemiskinan ataupun pemajuan sumber daya manusia,“ imbuh Sugiono.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Lewat BRICS, Indonesia ingin mengangkat kepentingan bersama negara-negara berkembang atau Global South. BRICS dianggap dapat berfungsi sebagai perekat untuk mempererat kerja sama di antara negara-negara berkembang.

“Kita lihat BRICS dapat menjadi kendaraan yang tepat untuk membahas dan memajukan kepentingan bersama Global South,” tegasnya.

Sugiono juga menggunakan kesempatan di Kazan untuk melakukan berbagai pertemuan bilateral utamanya dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov sebagai tuan rumah, dan negara mitra sahabat lain, yakni Sekjen PLO Palestina, Menlu China, India, Thailand, Menteri Ekonomi Malaysia, dan Presiden New Development Bank.

Selain itu, dia melakukan pembicaraan perkenalan via telepon dengan Menlu Singapura dan Kamboja.

Back to top button