TinjauAds
Lintas Batas

Titanic: Wisata Ajal di Tempat Ajal

Dibaca dalam waktu3 Menit, 24 Detik

Titanic, kapal pesiar mewah Britania Raya dikenang sebagai tragedi besar di mana ribuan nyawa menemukan ajal pada tahun 1912. Tahun 2023, demi menyaksikan tempat Titanic menemukan ajal, wisatawan kaya raya justru menemukan ajal di tempat ajal itu.

New York, tinjau.id RMS Titanic adalah sebuah kapal penumpang super Britania Raya yang tenggelam di Samudra Atlantik Utara pada tanggal 15 April 1912 setelah menabrak sebuah gunung es pada pelayaran perdananya dari Southampton, Inggris ke New York City.

Ribuan nyawa meninggal dunia dalam peristiwa itu.

Ekspedisi untuk menemukan maupun melihat bangkai Titanic dari dekat selalu menjadi hal yang menarik. Terutama bagi mereka peneliti maupun kalangan jetset. Hasil ekspedisi itu juga mengundang banyak perhatian dunia.

Karena alasan itu, ekspedisi yang menyeramkan di laut dalam itu selalu menantang manusia untuk melakukannya.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Tahun 2023, Kapal selam Titan mengalami ledakan dahsyat setelah dilaporkan hilang sejak Minggu (18/6/2023) saat melakukan ekspedisi ke lokasi bangkai Titanic di Samudra Atlantik itu.

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Penjaga Pantai AS juga sudah memastikan lima penumpang kapal selam tersebut tewas menyusul temuan puing-puing kapal.

Salah satu penumpang adalah Stockton Rush, CEO dari perusahaan OceanGate yang mengoperasikan kapal selam Titan dalam ekspedisi tersebut. Stockton Rush mendirikan OceanGate sejak 2009 dan memulai ekspedisi ke reruntuhan kapal Titanic pada 2019. Selama beroperasi, OceanGate dengan kapal selamnya beberapa kali memunculkan kontroversi serta gugatan dari karyawan dan penumpang.

Dilansir dari Al Jazeera, Direktur Operasi Kelautan OceanGate David Lochridge menuliskan laporan tentang teknis kapal selam perusahaan pada 2018. Menurutnya, kapal tersebut masih membutuhkan pengujian lebih lanjut atau penumpang akan terancam saat berada di kedalaman ekstrem.

Mengetahui laporan tersebut, OceanGate justru menggugat Lochridge ke Pengadilan Distrik AS di Seattle atas tuduhan pelanggaran perjanjian kerahasiaan.

David Lochridge mengugat balik karena ia dipecat secara tidak sah akibat laporan tersebut. Ia juga menjelaskan, OceanGate tidak membangun area pandang bagi penumpang di kapal selam sesuai sertifikat yang diajukan.

Sudah diperingatkan banyak pihak

Pada tahun yang sama, OceanGate menerima peringatan dari Marine Technology Society, sebuah kelompok profesional berisi insinyur kelautan, pakar teknologi, pembuat kebijakan, dan pendidik.

Kelompok tersebut menyebut OceanGate melakukan pendekatan eksperimental dan tidak meminta uji coba pihak ketiga dalam aktivitasnya.

Hal ini dikhawatirkan mengakibatkan hasil negatif yang akan berdampak serius bagi semua orang di industri kelautan. Dikutip dari Independent, perusahaan bersikeras mempertahankan kebijakan operasionalnya pada 2019.

Diberitakan oleh CBS News, Marc dan Sharon Hagle asal Florida menggugat CEO OceanGate, Stockton Rush pada Februari lalu. Mereka meminta pengembalian dana deposit atas tiket perjalanan kapal selam yang dibatalkan.

OceanGate disebut membatalkan ekspedisi karena tidak bisa menjamin kapal akan sampai di kedalaman laut lokasi reruntuhan Titanic. Perjalanan lain juga batal karena kapal mengalami kegagalan peralatan.

Beberapa kegagalan sistem Kapal

Tidak hanya itu, beberapa kerusakan juga dialami kapal selam Titan selama beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, lambung kapal selam menunjukkan tanda-tanda “kelelahan” sehingga kedalaman penyelaman harus dikurangi. Pada tahun yang sama, Titan mengalami masalah baterai sehingga harus dipasang secara manual. Kapal juga mengalami masalah pada lampu dan jalur komunikasi yang terputus selama hampir tiga jam di bawah air.

Sementara itu, Marine Technology Society menyebut desain kapal selam Titan tidak memenuhi sertifikasi DNV-GL untuk standar peralatan kelautan. Area pandang bagi penumpang kapal selam Titan hanya boleh untuk kedalaman 1.300 meter. Padahal, kapal ini dibuat untuk menyelam hingga kedalaman 4.000 meter. Bagi Marine Technology Society, kondisi tersebut menyesatkan publik dan melangar kode etik.

Pernah diramalkan The Simpsons

Dilansir dari Daily Star, The Simpsons memiliki sebuah episode yang tayang pada 2016 mengenai hilangnya kapal selam. Serial kartun tersebut memperkirakan kapal selam yang hilang kehabisan oksigen selama tur di bawah air.

Di episode itu Homer Simpson bersatu lagi dengan sang ayah yang lama hilang, Maons. Mereka melakukan wisata harta karun di bawah air.

Mason mengatakan, “Hari ini aku dipenuhi kegembiraan, mencari harta karun dengan putraku yang telah lama hilang. Impianku untuk kalian masing-masing adalah kalian menemukan kebahagiaan yang aku rasakan hari ini.”

Mason mengatakan, “Hari ini aku dipenuhi kegembiraan, mencari harta karun dengan putraku yang telah lama hilang. Impianku untuk kalian masing-masing adalah kalian menemukan kebahagiaan yang aku rasakan hari ini.”

Back to top button