TinjauAds
Lintas Batas

Perang Dunia Jika Putin Ditangkap di KTT BRICS

Dibaca dalam waktu2 Menit, 17 Detik

Perang Dunia kemungkinan bisa terjadi jika Presiden Rusia Vladimir Putin ditangkap di KTT BRICS yang akan digelar di Johannesburg, Afrika Selatan bulan depan. Pemimpin Afrika Selatan memperingatkan dunia bahwa menangkap Putin berarti deklarasi perang terhadap Rusia.

Johannesburg, tinjau.id Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa pada Selasa (18/7/2023) mengatakan, jika Presiden Vladimir Putin ditangkap maka itu sama dengan deklarasi perang terhadap Rusia. Putin diundang ke KTT BRICS di Johannesburg bulan depan, tetapi kini menjadi target surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).

Sebagai anggota ICC, Afrika Selatan diharapkan menerapkan surat perintah itu jika Putin hadir.

Dilema pun terjadi di pemerintahan Afsel. Partai oposisi terkemuka yaitu Aliansi Demokratik (DA) berusaha memaksa pemerintah menerapkan surat ICC, tetapi Ramaphosa menyebut usul DA mempertaruhkan keamanan nasional.

“Rusia sudah memperjelas bahwa menangkap presidennya sekarang akan menjadi pernyataan perang,” kata Ramaphosa, dikutip dari kantor berita AFP.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

“Ini tidak sesuai konstitusi kami untuk mengambil risiko terlibat dalam perang dengan Rusia,” lanjutnya, seraya menambahkan bahwa surat itu bertentangan dengan tugasnya melindungi negara.

Afsel sedang berupaya mendapat pengecualian dari ICC dengan alasan menangkap Putin dapat mengancam keamanan, perdamaian, dan ketertiban negara.

Afrika Selatan adalah ketua kelompok BRICS saat ini yang dihuni negara kelas berat meliputi Brasil, Rusia, India, dan China. Mereka memandang kelompoknya sebagai penyeimbang dominasi ekonomi Barat.

Putin diburu ICC atas tuduhan Rusia mendeportasi anak-anak Ukraina secara tidak sah. Adapun Wakil Presiden Afrika Selatan Paul Mashatile dalam wawancara baru-baru ini dengan media lokal menyampaikan, pemerintah sudah berusaha membujuk Putin agar tidak datang, tetapi belum berhasil.

Afrika Selatan Ingin Keluar dari ICC karena Surat Perintah Penangkapan Putin

Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengatakan, negaranya siap untuk meninggalkan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC). Pertimbangan tersebut tak lepas dari keputusan ICC yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin pada Maret dengan tuduhan kejahatan perang.

Pasalnya, surat perintah penangkapan Putin akan memengaruhi KTT BRICS yang akan digelar di Afrika Selatan beberapa bulan mendatang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ramaphosa saat konferensi pers dengan Presiden Finlandia Sauli Niinisto, sebagaimana dilansir The Hill, Selasa (25/4/2023). BRICS adalah organisasi yang merupakan singkatan dari anggotanya yaitu Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan. BRICS sejauh ini bertindak lebih seperti organisasi antarpemerintah formal.

Negara-negara anggotanya menggelar KTT setiap tahun dan mengoordinasikan kebijakan multilateral, menurut Forbes. Sejauh ini, Afrika Selatan belum mengutuk invasi Rusia ke Ukraina.

Afrika Selatan memilih untuk tetap netral sejak perang di Ukraina dimulai, sambil menyerukan dialog untuk mengakhiri konflik. Di satu sisi, Ramaphosa juga mengatakan bahwa Partai Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan telah lama memandang bahwa ICC memperlakukan beberapa negara secara tidak adil. The Hill melaporkan, ANC juga telah menjadi teman lama dari Rusia dan Putin.

Back to top button