TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

Amerika Serikat Kirim Banyak Senjata ke Israel, Siapkan Serangan Besar ke Gaza

Dibaca dalam waktu1 Menit, 51 Detik

TINJAU, Jakarta – Amerika Serikat (AS) baru-baru ini menyetujui untuk mengirim banyak senjata ke Israel, termasuk lebih dari 3.000 amunisi untuk Angkatan Udara negara Zionis tersebut. Senjata tersebut akan diterima Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dalam beberapa pekan mendatang.

Melansir Ynetnews, Jumat (18/4/2025), pejabat Israel mengungkapkan bantuan dari AS tersebut akan digunakan untuk operasi skala besar lanjutan di Jalur Gaza dan potensi serangan Iran.

Pengiriman dari pemerintahan Donald Trump tersebut merupakan tambahan atas lebih dari 10.000 amunisi udara yang diharapkan bisa mengisi kembali persediaan senjata Israel setelah 18 bulan perang berkepanjangan dengan beberapa kelompok dukungan Iran.

Senjata tersebut juga melengkapi kesepakatan sebelumnya atas amunisi berat yang dibeli Israel dari AS tahun lalu. Pemerintah Joe Biden, awalnya membekukan transfer tersebut, tetapi Presiden Trump membatalkan pembekuan tersebut dalam beberapa minggu terakhir.

Pada Februari lalu, pemerintah AS mengonfirmasi persetujuan kesepakatan senjata dengan Israel senilai US$7,41 miliar yang mencakup amunisi berpemandu, bom, dan peralatan terkait. Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) Pentagon memberi tahu Kongres bahwa kesepakatan tersebut untuk menjaga persenjataan Israel dalam mempertahankan diri.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Otorisasi tersebut menyusul pemberitahuan dari pemerintahan Biden mengenai paket persenjataan senilai US$8 miliar pada Januari, tepat sebelum Trump kembali menjabat. Berdasarkan perjanjian tersebut, Israel akan menggunakan dana bantuan militer AS untuk membeli 3.000 rudal Hellfire senilai sekitar US$600 juta dan 2.166 bom AGM-114 Hellfire senilai US$660 juta.

Israel juga akan mendapat 2.166 bom GBU-39, sekitar 13.000 perangkat pemandu JDAM untuk berbagai bobot bom, dan 17.475 sekering FMU-152A/B sebagai bagian dari kesepakatan terpisah senilai US$6,75 miliar.

Pengiriman rudal Hellfire dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2028, sedangkan amunisi tambahan diperkirakan akan mulai datang pada tahun ini.

Menurut Pentagon, peralatan tersebut akan berasal dari persediaan militer AS dan kontraktor pertahanan AS, termasuk Lockheed Martin, Boeing, dan L3 Harris.

Dalam pernyataan resminya, Pentagon mengatakan kesepakatan tersebut tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan regional dan akan mendukung pertahanan Israel terhadap perbatasannya, infrastruktur penting, dan penduduk sipil.

Departemen Luar Negeri AS menyebut transaksi tersebut konsisten dengan kebijakan AS untuk menjaga kemampuan keamanan dan pertahanan Israel. Dengan perjanjian tersebut, Israel bisa mengintegrasikan sistem baru tersebut dengan mulus ke dalam militernya dan tidak akan memengaruhi kesiapan militer AS.

Back to top button