TinjauAds
Lintas Batas

Anton Gobay Beli Senjata Api Ilegal Di Filipina

Dibaca dalam waktu2 Menit, 53 Detik

Anton Gobay beli senjata api (Senpi) ilegal di Filipina untuk mendukung kegiatan-kegitan bersenjata di tanah Papua. Pengakuan Gobay ini disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Manila.

Manila – KBRI Manila mengatakan, Anton Gobay telah mengaku bahwa senjata ilegal yang ia beli untuk kegiatan persenjataan di Papua.

Duta Besar Indonesia untuk Filipina Agus Widjojo, menyebut apa yang dilakukan Anton Gobay kali ini merupakan percobaan yang ketiga setelah upaya pertama dan kedua mengalami kegagalan karena penipuan.

Agus menambahkan, upaya Anton itu juga bertujuan membuka jaringan baru pembelian senjata ilegal dari Filipina ke Papua.

Sebelumnya, Polri mengatakan Anton tertangkap polisi Filipina karena kedapatan memiliki 12 senjata ilegal pada 7 Januari lalu.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Polisi menyebut senapan tersebut akan dikirim ke Papua untuk mendukung kegiatan organisasi di sana.

Pengamat kepolisian Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Hermawan Sulistyo, menjelaskan senapan ilegal dari Filipina merupakan salah satu sumber utama persenjataaan kelompok kriminal bersenjata (KKB-istilah yang disebut pemerintah) di Papua.

Selain itu, menurut dia, pasokan senapan dan amunisi ilegal di Papua juga berasal dari jalur darat Papua Nugini, hasil perampasan dari TNI/Polri, hingga jual beli dengan oknum aparat keamanan.

Terungkapnya penyelundupan senjata api ilegal dari Filipina ini bukan yang pertama.

Aparat keamanan telah membongkar beberapa penyelundupan senjata dari Filipina yang melibatkan kelompok di Papua hingga jaringan teroris.

Juru bicara Komando Nasional Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (Komnas TPNPB-OPM), Sebby Sambom, menegaskan bahwa Anton Gobay bukan bagian dari organisasinya.

Sebby mengatakan, Anton berasal dari kelompok West Papua Army (WPA) pimpinan Benny Wenda.

1 2Laman berikutnya
Back to top button