TinjauAds
Lintas BatasPilihan Redaksi

ISIS Serang Mozambik, Proyek Gas Rp320 T Terancam

Dibaca dalam waktu1 Menit, 8 Detik

TINJAU.ID – Pemberontak terkait ISIS menyerang kota Macomia di provinsi Cabo Delgado, Mozambik yang kaya gas. Serangan ini merupakan serangan paling berani dalam lebih dari tiga tahun.

Kekerasan tersebut adalah yang terbaru dalam rangkaian serangan sejak Desember. Ini menandakan peningkatan kerusuhan tepat ketika pemerintah Mozambik mendesak TotalEnergies SE untuk melanjutkan pengembangan proyek gas alam cair senilai US$20 miliar (atau setara Rp320 triliun) yang dibekukan pada tahun 2021. Kala itu, pemberontak menyerbu kota Palma di dekatnya dan menewaskan lebih dari 800 orang.

Para pemberontak menyerang Macomia sebelum fajar di dua medan perang, kata dua sumber, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya. Kantor berita Portugal, Lusa, melaporkan bahwa lebih dari 100 pejuang terlibat dalam serangan itu. Gubernur Cabo Delgado, Valige Tauabo, tidak segera menanggapi panggilan dan pesan teks yang meminta komentar.

Macomia – sekitar 160 kilometer selatan dari tempat TotalEnergies berencana membangun fasilitas ekspor gasnya – strategis karena terletak di sepanjang jalan raya utama yang menghubungkan ibu kota provinsi Pemba dengan utara. Ini juga tempat di mana ratusan tentara dari Afrika Selatan ditempatkan sejak mereka dikirim untuk membantu Mozambique melawan pemberontak pada 2021, sebagai bagian terbesar dari pengerahan pasukan regional.

Pasukan Pertahanan Nasional Afrika Selatan akan menarik pasukannya dari Mozambik pada 15 Juli.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Rwanda juga mengirim lebih dari 2.000 tentara dan polisi ke Mozambik sebagai bagian dari kesepakatan bilateral terpisah. Menurut Presiden Mozambique Filipe Nyusi, mereka akan tetap membantu pemerintah.

Back to top button