TinjauAds
HeadlineLintas Batas

Soal Peluang JD Vence Memimpin AS di Masa Depan, Trump: Tidak, Tapi Dia Kompeten

Dibaca dalam waktu1 Menit, 4 Detik

TINJAU, Jakarta – Presiden AS Donald Trump menjawab “tidak” saat ditanya apakah ia siap menunjuk Wakil Presiden JD Vance sebagai penerusnya. Trump menyatakan bahwa masih terlalu dini untuk membuat keputusan tersebut.

“Tidak, tetapi dia sangat cakap,” kata Trump kepada pembawa acara Fox News, Bret Baier dalam wawancara yang direkam pekan lalu, dan dirilis pada Senin (10/2/2025).

“Saya pikir Anda memiliki banyak orang yang sangat cakap,” lanjut Trump. “Sejauh ini saya pikir ia melakukan pekerjaan yang fantastis. Ini masih terlalu dini.”

Vance, mantan senator AS dari Ohio, telah mendukung populisme ekonomi ala Trump, yang membuatnya dipilih sebagai kandidat wakil presiden dari Partai Republik pada Pilpres 2024 lalu.

Komentar Trump ini muncul saat Vance berada di Eropa, menghadiri pertemuan tentang kecerdasan buatan (AI) di Paris, yang merupakan agenda prioritas Gedung Putih. Dia juga akan mewakili AS di Konferensi Keamanan Munich.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

Vance berusia 40 tahun, hampir empat dekade lebih muda dari Trump, 78 tahun, dan pemilihannya sebagai calon wakil presiden Trump dipandang sebagai pergeseran generasi bagi partai tersebut dan cara Partai Republik untuk meningkatkan daya tarik mereka di antara para pemilih kelas pekerja kulit putih yang dulunya merupakan basis Partai Demokrat.

Wakil presiden pertama Trump adalah Mike Pence. Keduanya pernah berselisih setelah Pence menolak untuk memblokir sertifikasi kemenangan mantan Presiden Joe Biden pada Pilpres tahun 2020.

Back to top button