TinjauAds
HeadlineLintas Batas

Peluang Resesi AS Karena Kebijakan Tarif Trump News

Dibaca dalam waktu1 Menit, 30 Detik

TINJAU, Jakarta – Ekonom Goldman Sachs Group Inc menaikkan prediksi probalitas terjadi resesi ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan memajukan waktu perkiraan pemangkasan suku bunga acuan The Fed Fund Rate (FFR). Ini adalah imbas dari pengumuman kebijakan tarif Trump.

Para ekonom yang dipimpin oleh Jan Hatzuis ini menurunkan proyeksi pertumbuhan PDB AS kuartal IV-2025 menjadi 0,5% dari sebelumnya 1%. Mereka juga menaikkan probabilitas resesi 12 bulan dari 35% menjadi 45%.

“Hal ini menyusul pengetatan tajam dalam kondisi keuangan, boikot konsumen asing, dan lonjakan ketidakpastian kebijakan yang terus berlanjut yang kemungkinan akan menekan belanja modal lebih dari yang kami asumsikan sebelumnya,” kata para ekonom Goldman dalam sebuah catatan riset tertanggal 6 April 2025.

Para ekonom mengatakan bahwa perkiraan dasar mereka masih bertumpu pada asumsi bahwa tingkat tarif efektif AS akan naik sebesar 15 poin persentase secara total, yang akan membutuhkan penurunan besar dalam tarif yang dijadwalkan akan berlaku pada 9 April.

Jika sebagian besar tarif benar-benar berlaku tanggal 9 April, kata mereka, maka tingkat tarif efektif akan naik sekitar 20 poin setelah kenaikan tersebut dan kemungkinan tarif sektoral berlaku, bahkan memungkinkan untuk beberapa perjanjian khusus negara di kemudian hari.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

“Jika demikian, kami memperkirakan akan mengubah perkiraan kami menjadi resesi,” kata ekonom Goldman.

Dalam baseline non resesi saat ini, para ekonom Goldman mengatakan bahwa mereka memperkirakan the Fed memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sebesar 25 basis points (bps) secara berturut-turut dimulai dari bulan Juni nanti. Suku bunga acuan AS diperkirakan menjadi 3,5-3,75%.

“Dalam skenario resesi, kami memperkirakan the Fed akan memangkas bunga acuan sekitar 200 bps selama tahun depan,” kata ekonom Goldman. “Perkiraan kami menggunakan probability-weighted sekarang ini the Fed mengimplikasikan penurunan suku bunga sebesar 130bps (naik dari 105bps sebelumnya, yang mencerminkan peningkatan probabilitas resesi kami), serupa dengan harga pasar pada penutupan hari Jumat.”

Back to top button