Myanmar Bebaskan Ribuan Tahanan
Myanmar bebaskan ribuan tahanan, tetapi tidak jelas apakah ada pembebasan bagi tahanan politik seperti Aung San Suu Kyi. Meski begitu, ini menjadi catatan, ada kemajuan yang cukup bagi upaya Myanmar memperbaiki citranya di mata internasional.
Naypyidaw – Pemerintah militer Myanmar membebaskan 7.012 tahanan di bawah amnesti. Alasan pemerintah militer myanmar bebaskan ribuan tahanan ini ialah untuk memperingati hari kemerdekaan negara itu, menurut laporan stasiun tv negara MRTV pada Rabu (4/1/23).
Militer Myanmar pada Februari 2021 merebut kekuasaan dari pemerintahan peraih Nobel, Aung San Suu Kyi, yang terpilih secara demokratis.
Sejak kudeta Myanmar, negara itu menghadapi isolasi internasional dan sanksi yang dipimpin Barat.
“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada beberapa negara dan organisasi internasional dan regional serta individu yang secara positif bekerja sama dengan kami… di tengah semua tekanan, kritik, dan serangan,” kata Jenderal Senior Min Aung Hlaing dalam pidato peringatan Hari Kemerdekaan Myanmar yang ke-75.
“Kami bekerja sama erat dengan negara-negara tetangga seperti Tiongkok, India, Thailand, Laos, dan Bangladesh. Kami akan bekerja sama untuk stabilitas dan pembangunan perbatasan,” lanjutnya dalam pidato pada parade di ibu kota Naypyidaw, tulis Reuters.
Perayaan Kemerdekaan Myanmar Tanpa Informasi Kebebasan Tahanan Politik
Hari Kemerdekaan Myanmar tahun ini berlangsung dengan perayaan pawai pegawai negeri melambaikan bendera, tentara berbaris, lalu tank, dan jet militer menunjukkan aksinya.
Sejak kudeta Myanmar pada 1 Februari 2021, Suu Kyi bersama para pejabat lainnya menjadi pesakitan. Aparat juga menanggapi protes dan unjuk rasa pro-demokrasi dengan kekuatan brutal, ratusan ribu orang menjadi korban. Otoritas Myanmar biasanya membebaskan beberapa tahanan untuk menandai Hari Kemerdekaan Myanmar dari kekuasaan Inggris.
MRTV melaporkan, amnesti terbaru ini tidak mencakup tahanan yang mendapat hukuman karena pembunuhan dan pemerkosaan, atau menjadi pesakitan karena tuduhan terkait bahan peledak, pergaulan yang melanggar hukum, senjata, obat-obatan, penanggulangan bencana alam, serta korupsi.
Tidak ada keterangan apapun apakah tahanan politik menjadi bagian dari amnesti yang membebaskan ribuan tahanan ini.
Penulis: Michael Ckow
Editor: Asrul Hasian Harahap









