Bandara SAMS Balikpapan Raih Penghargaan Bintang 5
Bandara SAMS Balikpapan menyabet Bintang 5 (platinum) dari World Safety Organization (WSO). Penghargaan bidang K3 ini menambah daftar panjang penghargaan dalam kurun waktu 5 tahun terakhir.
Balikpapan, tinjau,id – Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan kembali mendapatkan apresiasi dunia melalui penghargaan Internasional dengan kategori Bintang 5 (Platinum).
Penghargaan dari World Safety Organization (WSO) dalam WSO Indonesia Safety Culture Awards (WISCA) 2023 ini berlangsung di Jakarta.
Proses administrasi, verifikasi dan penjurian sejak Januari 2023 lalu. Senin (27/2/23), Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan memperoleh penghargaan Bintang 5 atas peran dan kontribusinya di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Bandara tersebut baru pertama kali berhasil meraih penghargaan dalam bidang K3,
[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]
Penghargaan WSO itu sekaligus menjadi bukti bahwa bandara ini telah menjalankan budaya K3 dengan baik.
World Safety Organization Indonesia Safety Culture Award (WISCA), merupakan salah satu program dari WSO Indonesia sebagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam membangun Indonesia berbudaya K3.
Penghargaan itu diberikan kepada perusahaan yang telah menjalankan program budaya K3, mengukur level budaya K3, dan mengimplementasikan Sistem Manajemen K3.
GM Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, penghargaan itu, membuktikan bahwa seluruh karyawan telah mentaati dan menerapkan sistem manajemen K3 dengan sangat baik.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas segala upaya perusahaan dalam membangun budaya keselamatan dan kesehatan kerja. Membangun budaya K3 merupakan perjalanan panjang atas upaya pimpinan, manajemen dan pegawai, serta mitra kerja,” ujarnya.
Dengan penghargaan ini, dia berharap para pekerja semakin termotivasi terus menjaga budaya K3, sehingga bisa mewujudkan zero accident.
“Kami berharap semoga penghargaan ini, para pegawai dapat terus termotivasi untuk senantiasa menjaga budaya K3 yang optimal di lingkungan kerja. S erta terus bersemangat melakukan perbaikan, dan inovasi yang mengutamakan K3,” tutup Syaugi.









