TinjauAds
Inspirasi

Psikolog: 4 Gaya Pengasuhan Anak

Dibaca dalam waktu3 Menit, 14 Detik

Psikolog Diana Blumberg Baumrind memberikan opsi kepada orang tua yang berusaha mengenal dan memahami anak melalui cara asuh.

Jakarta – Orang tua sering berjuang untuk menentukan bagaimana membesarkan anak-anak yang kuat secara mental, berpengetahuan luas, dan juga sukses.

″Saya ingin menjadi orang tua yang seperti apa ya?” Jika pertanyaan tersebut terbersit di pikiran Anda, ada baiknya kita memahami dasar-dasar gaya pengasuhan yang berbeda.

Empat gaya pengasuhan utama – permisif, otoritatif, lalai, dan otoriter – yang digunakan dalam psikologi anak saat ini berdasar pada karya Diana Blumberg Baumrind, seorang psikolog klinis dan perkembangan yang terkenal karena penelitiannya tentang gaya pengasuhan.

Setiap gaya pengasuhan memiliki efek yang berbeda pada perilaku anak dan dapat diidentifikasi dengan karakteristik tertentu, serta tingkat ketanggapan (sejauh mana orang tua hangat dan peka terhadap kebutuhan anak) dan menuntut (sejauh mana orang tua mengendalikan anak) dalam upaya untuk memengaruhi perilaku mereka.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

4 Tipe Pola Asuh

  1. Orang tua yang Permisif

Sifat umum:

  • Daya tanggap tinggi, tuntutan rendah
  • Berkomunikasi secara terbuka dan biasanya membiarkan anak-anak mereka memutuskan sendiri, daripada memberikan arahan
  • Aturan dan harapan tidak ditetapkan atau jarang ditegakkan
  • Biasanya berusaha amat keras untuk membuat anak-anak mereka bahagia

Orang tua yang permisif lebih cenderung mengambil peran persahabatan, daripada peran sebagai orang tua, dengan anak-anak mereka. Mereka lebih memilih untuk menghindari konflik dan akan sering menuruti permintaan anak-anak mereka pada tanda-tanda kesusahan yang pertama. Orang tua ini kebanyakan membiarkan anak-anak mereka melakukan apa yang mereka inginkan dan menawarkan bimbingan atau arahan yang terbatas.

  1. Orang tua yang Berwibawa

Sifat umum:

  • Daya tanggap tinggi, tuntutan tinggi
  • Menetapkan aturan dan harapan yang jelas untuk anak-anak mereka sambil melatih fleksibilitas dan pemahaman
  • Sering berkomunikasi; mereka mendengarkan dan mempertimbangkan pikiran, perasaan, dan pendapat anak-anak mereka
  • Mengizinkan konsekuensi alami terjadi (misalnya anak gagal dalam kuis saat mereka tidak belajar), tetapi menggunakan peluang tersebut untuk membantu anak mereka berefleksi dan belajar

Orang tua yang otoritatif mengasuh, mendukung, dan sering kali selaras dengan kebutuhan anak-anak mereka. Mereka membimbing anak-anak mereka melalui diskusi terbuka dan jujur ​​untuk mengajarkan nilai dan penalaran. Anak-anak yang memiliki orang tua yang berwibawa cenderung disiplin dan dapat berpikir sendiri.

1 2Laman berikutnya
Back to top button