TinjauAds
Inspirasi

Hygge, Momen Penting dan Bahagia

Dibaca dalam waktu2 Menit, 5 Detik

Hygge. Satu kata kecil, sebuah pengingat rahasia dari apa yang sebenarnya penting dalam hidup kita. Konsep hidup bahagia ala Skandinavia ini perlu untuk menjadi inspirasi akhir pekan ini.

Jakarta, tinjau.idHygge , dilafalkan sebagai Huuga, merupakan konsep hidup bahagia orang Skandinavia. Menjadikan Denmark sebagai bangsa paling bahagia di muka bumi.

Tanpa padanan kata dalam bahasa Inggris, ini melukiskan perasaan yang muncul dengan sendirinya. Seperti ketika sedang berjalan-jalan santai di taman bersama saudara, membaca buku menarik di tempat favorit. Atau ketika sedang berbagi makanan dengan teman baik.

Marie Tourell Soderberg, penulis buku Hygge adalah aktris Denmark yang membintangi film 1864 (2014) dan  Itsi Bitsi (2015). Dalam buku setebal 244 halaman ini, ia mengajak pembaca bertemu  banyak warga Denmark yang menjelaskan bagaimana mereka ber-hygge  dan apa arti konsep ini bagi mereka. Penulis juga menginspirasi pembaca bagaimana cara menciptakan lebih banyak hygge dalam kehidupan.

Marie Tourell Soderberg, alumnus Lee Strasberg Theatre and Film Insititute New York (2007)  dan Danish National School of Performing Art  (2012) ini menyebut, bagi banyak orang Denmark, hygge adalah sesuatu yang diperjuangkan. Ibarat kompas, hygge mengarahkan menuju momen-momen kebahagiaan kecil dalam kehidupan sehari-hari.

TinjauAds Kunjungi Website Penerbit Tinjau Utama Media

[custom-related-posts title=”Related Posts” none_text=”None found” order_by=”title” order=”ASC”]

Apa Hygge?

Hygge bisa diartikan menikmati saat santai, informal, dan menyenangkan. Katanya, ini berhubungan dengan karakter bangsa Denmark. Iklim tak menentu merupakan salah satu faktor penyebab kebudayaan-kebudayaan Skandinavia  sampai batas tertentu meromantisasi rumah sebagai ‘suaka’ tempat keluarga berkumpul dan menghimpun kekuatan baru menghadapi dunia luar.

“Sayangnya, tak semua orang bisa menemukan hygge. Padahal, itu bisa diperoleh dengan mudah. Seperti di sekitar meja mungil di sudut dapur, juga pada sofa besar di ruang tamu. Di mana ada ruang dalam hati, di sana ada ruang untuk hygge,” tulis Christina B. Kjeldsen (27), editor dan penulis buku.

Hygge juga mengakar dalam sejarah Denmark sebagai negara yang mengecil ukurannya. Dahulu, wilayah-wilayah Swedia, Jerman dan Norwegia—bahkan bagian-bagian Britania—semuanya adalah wilayah Denmark, tapi secara bertahap mereka kehilangan semua itu, sedikit demi sedikit.

Buku ini dilengkapi beragam foto-foto cantik, resep simple dan tips hidup nyaman.Menunjukkan ciri khas kesederhanaan dan fungsionalitas. Pada konsep ini, barang-barang dirancang untuk dipakai, bukan  untuk sekedar pajangan.

Membaca buku ini menginspirasi untuk menambahkan hygge di sekitar kita. Misalnya, dengan meletakkan tanaman dan pohon di dalam rumah untuk menciptakan kehidupan dan kehadiran, serta memberi sinyal bahwa rumah ini terawat. Di samping tanaman hijau menciptakan iklim dalam ruang yang baik, secara harfiah maupun visual. Ayo kita temukan dan nikmati hygge!

Back to top button