Keluar dari Zona Nyaman, Jadi Pemicu Juara
Keluar dari ‘zona nyaman’ menjadi kata-kata yang sering sekali kita dengarkan untuk memotivasi orang lain dan diri sendiri. Tetapi hal itu terlihat secara langsung dalam karier Lionel Messi.
Jakarta, tinjau.id – Lionel Messi masih menjadi bahan perbincangan yang menarik dalam dunia sepak bola. Beberapa pelatih yang pernah menjadi lawannya pun tak ada habisnya memuji dan memperbincangkannya.
Jose Mourinho, The Special One, bahkan mengatakan bahwa “Lionel Messi adalah lawan paling berbahaya yang pernah saya temui. Setiap kali saya harus menghadapinya, saya menghabiskan waktu berjam-jam memikirkan bagaimana menghentikannya.”
Selain Mourinho ada pula Sir Alex Ferguson, Pelatih Manchester United yang membawa MU pada masa kejayaannya. Ia juga memuji Messi, bahkan mengungkapkan bahwa Messi lebih baik ketimbang Maradona.
Kabar angin yang berhembus mengingat kontrak Lionel Messi akan berakhir pada akhir musim ini, mengabarkan bahwa Lionel Messi kemungkinan kembali ke Barcelona. Kabar yang sangat dinanti oleh para punggawa Blaugrana, yang sedang ditukangi oleh Xavi Hernandes.
Hanya saja, saudara laki-laki Lionel Messi, Matias, mengatakan bahwa La Pulga akan kembali apa bila Juan Laporta hengkang dari Manager FC Barcelona.
Mengutip dari Marca, “Kami tidak akan kembali ke Barcelona,” demikian kata Matias Messi soal kemungkinan La Pulga pulang ke Barcelona. Menurut Matias, Lionel Messi baru mau menjejakkan kaki ke Barcelona seandainya Presiden Blaugrana, Joan Laporta, disingkirkan dari klub.
“Jika kami kembali ke Barcelona, kami bakal melakukan pembersihan secara besar-besaran,” tutur Matias.
“Di antaranya adalah menendang keluar Joan Laporta. Ia tidak berterima kasih dengan semua kontribusi Messi buat Barcelona,” ujar dia.
Berterima Kasih pada Laporta
Di sisi lain, La Pulga sepertinya harus berterima kasih kepada Joan Laporta. Sebab Joan telah membuat Messi keluar dari zona nyaman, dan menjadi pribadi yang berani memulai lagi dari bawah di dalam sebuah tim. Bukan menjadi pemain yang mendapatkan keistimewaan khusus, seperti yang ia dapatkan di Barcelona.
Hal tersebut terlihat ketika PSG menjamu Manchester City, pada Rabu (29/9/21). Kala itu, Lionel Messi membantu timnya, PSG, dengan menjadi pemain yang tiduran di belakang pagar betis. Hal yang jarang terlihat ketika La Pulga bermain di Barcelona.
Hal ini juga yang membuat Lionel Messi dapat memimpin teman-temannya dengan sangat baik dalam gelaran Piala Dunia 2022 Qatar. Mengangkat semangat para pemain ketika mendapatkan kekalahan pada pertandingan pertama Piala Dunia.
Semua manusia harus meninggalkan ‘zona nyaman’nya sebelum berkembang menjadi yang lebih baik lagi.
Editor: Stebby Julionatan









